HOME  ⁄  Nasional

ULM dan Uniska Perkuat UMKM Ecoprint melalui Inovasi Pewarna Alami Ramah Lingkungan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

ULM dan Uniska Perkuat UMKM Ecoprint melalui Inovasi Pewarna Alami Ramah Lingkungan
Foto: ULM dan UNISKA perkuat UMKM pembuatan pewarna alami.

Pantau - Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan Universitas Islam Kalimantan (Uniska) berkolaborasi dengan UMKM Ecoprint EPIK untuk memperkuat produksi ecoprint berbasis pewarna alami yang ramah lingkungan di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) 2026 tersebut mencakup pelatihan, pendampingan, penyediaan peralatan, standardisasi mutu, hingga diversifikasi produk untuk meningkatkan kapasitas usaha dan daya saing UMKM.

Ketua Tim Pelaksana PBM 2026 Deni Setiawan mengatakan program tersebut dirancang untuk kebutuhan jangka pendek sekaligus menjadi fondasi transformasi UMKM lokal menuju usaha berbasis inovasi, ramah lingkungan, dan berorientasi pasar.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan antusiasme yang ditunjukkan oleh mitra selama pelaksanaan program. Kami berharap seluruh pelatihan, pendampingan, peralatan, serta dokumen standar yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan daya saing produk ecoprint,” katanya di Tanah Bumbu, dikutip Minggu (16/8/2026).

Produksi Ecoprint Diperkuat dari Hulu hingga Hilir

Tim menerapkan pendekatan pemberdayaan secara menyeluruh dengan intervensi mulai dari aspek hulu hingga hilir dalam proses produksi ecoprint.

Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan konsistensi kualitas pewarna alami yang digunakan dalam pembuatan produk ecoprint.

Pada proses produksi, tim memberikan alat steaming untuk meningkatkan kapasitas sekaligus mengoptimalkan proses fiksasi warna pada kain ecoprint.

Pada aspek hilir, pendampingan diarahkan pada diversifikasi produk guna meningkatkan nilai tambah usaha.

Ketua UMKM Ecoprint EPIK Indah Rokhani menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan tim pengabdian ULM dan Uniska.

Menurut Indah, berbagai pelatihan dan bantuan peralatan yang diterima memberikan manfaat dalam meningkatkan kualitas proses produksi serta pengembangan produk usaha.

Standardisasi Mutu Dorong Nilai Jual Produk

Penerapan standardisasi mutu pewarna alami dan peningkatan keamanan proses produksi diharapkan membuat produk ecoprint lebih konsisten, berkualitas, dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

Diversifikasi dari kain lembaran menjadi berbagai produk siap pakai juga membuka peluang bagi UMKM untuk meningkatkan nilai tambah dan pendapatan secara berkelanjutan.

Program tersebut sekaligus menjadi bentuk sinergi perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengembangkan usaha kreatif berbasis potensi lokal yang inovatif serta berwawasan lingkungan.

Penulis :
Gerry Eka