
Pantau - Kementerian Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Republik Indonesia meluncurkan holding UMKM klaster pertanian dan perkebunan di Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Peluncuran dilakukan Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, sebagai bagian dari upaya membangun UMKM yang terintegrasi, sistematis, dan berkelanjutan.
"Holding UMKM ini untuk membangun ekosistem kemitraan bisnis UMKM berbasis klaster," kata Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman di Desa Namang Kabupaten Bangka Tengah, Sabtu.
Usaha Menengah Jadi Penggerak Rantai Pasok
Holding UMKM merupakan implementasi program Menteri UMKM Republik Indonesia untuk membangun model pengembangan UMKM yang terintegrasi, sistematis, dan berkelanjutan sehingga memiliki daya ungkit serta menghasilkan nilai tambah tinggi.
Dalam skema tersebut, usaha menengah ditempatkan sebagai penggerak utama yang mengintegrasikan usaha mikro dan kecil ke dalam rantai pasok.
Integrasi diarahkan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan standardisasi sekaligus membuka peluang pembiayaan serta memperkuat akses pasar bagi pelaku UMKM.
"Melalui program ini, kami ingin menaikkan kelaskan UMKM dalam satu paket, sehingga usaha mikro kecil ini tidak lagi sendiri-sendiri dalam mengakses pembiayaan hingga pemasaran ke pasar global," katanya.
Holding UMKM dibangun berdasarkan empat pilar utama, yakni agregasi, inkubasi, pemasaran, dan pembiayaan.
Keempat pilar tersebut difokuskan pada konsolidasi bisnis guna meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, memperkuat standardisasi mutu, serta memperluas akses pasar.
Konsolidasi tersebut juga diharapkan memperkuat kemampuan UMKM untuk masuk dan bersaing dalam rantai pasok global.
PT CAN Hatami Nugraha Jadi Model Lada Putih
Dalam peluncuran holding UMKM di Bangka Belitung, PT CAN Hatami Nugraha ditetapkan sebagai role model untuk pengembangan komoditas lada putih.
Perusahaan tersebut dinilai memiliki kesiapan untuk membantu memperkuat kapasitas dan standardisasi usaha pertanian lada putih di Bangka Belitung.
"Hari ini kita menetapkan PT CAN Hatami Nugraha sebagai role model untuk komoditas lada putih, karena dinilai sudah dan siap dalam memperkuat kapasitas dan standarisasi usaha pertanian lada putih di daerah ini," katanya.
Kementerian UMKM menekankan holding tersebut bertumpu pada kolaborasi antarpihak, kepastian pasar, kemudahan memperoleh pembiayaan, serta jaminan standar kualitas produk.
Pelaksanaan program melibatkan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor perbankan, dan pelaku usaha lokal untuk mendorong pengembangan lada putih sebagai salah satu komoditas unggulan Bangka Belitung.
Program holding UMKM juga diharapkan memperkokoh fondasi ekonomi kerakyatan Bangka Belitung sekaligus meningkatkan daya saing produk daerah di pasar global.
"Kegiatan hari ini menjadi bukti nyata sinergi pemerintah pusat, daerah, perbankan dan pelaku usaha lokal dalam memajukan komoditas unggulan lada putih, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan Bangka Belitung yang berdaya saing tinggi di pasar global," katanya.
- Penulis :
- Leon Weldrick



