
Pantau - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai pemanfaatan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) berpeluang membuka lebih banyak akses pekerjaan dan kewirausahaan bagi generasi muda di tengah perubahan pola kerja akibat perkembangan teknologi.
Pemanfaatan AI juga dipandang dapat membantu menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia yang berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat sebesar 4,68 persen pada Februari 2026.
Pada periode tersebut, jumlah angkatan kerja Indonesia mencapai 154,91 juta orang, sedangkan penduduk yang bekerja sebanyak 147,67 juta orang.
AI Buka Peluang Kerja Fleksibel bagi Generasi Muda
Perkembangan teknologi telah melahirkan semakin banyak peluang kerja fleksibel, termasuk melalui skema gig economy yang memungkinkan generasi muda menjadi pekerja lepas tanpa harus bekerja dari kantor.
“Sekarang, banyak gig economy yang menuntut generasi muda menjadi pekerja lepas tanpa harus berada di kantor. Kementerian Ekraf senantiasa terus mendorong pengembangan kapasitas generasi muda melalui berbagai pelatihan,” kata Riefky.
Kementerian Ekonomi Kreatif terus mendorong peningkatan kapasitas generasi muda melalui berbagai program pelatihan agar keterampilan mereka sesuai dengan perkembangan dunia kerja.
Menurut Riefky, kombinasi peningkatan keterampilan digital dan kemampuan memanfaatkan AI dapat memperluas akses talenta muda terhadap berbagai peluang pekerjaan.
Pelatihan seperti voice over atau pengisi suara dan affiliator, misalnya, dapat dikombinasikan dengan kemampuan menggunakan AI untuk menghasilkan berbagai jenis konten sekaligus mendukung aktivitas ekonomi.
Riefky menilai ekonomi kreatif mempunyai posisi strategis sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus penciptaan lapangan pekerjaan baru.
Setiap subsektor ekonomi kreatif dinilai memiliki peluang melahirkan aktivitas ekonomi baru seiring semakin luasnya pemanfaatan teknologi digital.
“Kementerian Ekraf melihat ekonomi kreatif memiliki peran strategis dalam menopang kelas menengah karena tiap subsektornya mampu membuka lapangan kerja dan peluang usaha baru. Kami juga memiliki berbagai program pelatihan digital bagi para pegiat ekraf dan talenta muda,” ungkap Riefky.
KreasiKita Siapkan Platform Karier Berbasis AI
Sejalan dengan upaya tersebut, KreasiKita mengembangkan platform karier berbasis AI yang dirancang untuk mempertemukan talenta muda dengan peluang pekerjaan sekaligus membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan teknologi digital.
Platform KreasiKita dijadwalkan diluncurkan pada 18 Agustus 2026 dengan menyediakan fitur pencocokan pekerjaan, tantangan mingguan, tugas, komunitas, serta AI Studio untuk mendukung kebutuhan UMKM.
Fitur AI Studio bagi UMKM akan mencakup pembuatan gambar dan video berbasis AI serta asisten berbasis AI.
CEO KreasiKita Ivan Handryks Sitanaya mengatakan platform tersebut mempunyai dua tujuan utama, yakni membantu generasi muda memperoleh akses terhadap lapangan pekerjaan dan mendorong UMKM meningkatkan kapasitas usahanya.
“Tujuan KreasiKita ada dua yaitu menolong generasi muda untuk mendapat lapangan pekerjaan dan mendorong UMKM bisa naik kelas,” kata Ivan.
Menurut Ivan, berbagai fitur berbasis AI seperti generator gambar, video, dan chatbot dapat dimanfaatkan untuk menunjang beragam aktivitas pekerjaan maupun kegiatan usaha.
Semakin mudahnya akses terhadap teknologi AI diharapkan dapat memperluas peluang bagi talenta kreatif untuk masuk dan berpartisipasi dalam pasar kerja digital.
Pemanfaatan AI dengan pendekatan yang bertanggung jawab juga dinilai dapat menjadi bagian dari kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan literasi digital, memberdayakan generasi muda, memperluas peluang pekerjaan dan kewirausahaan, serta mempercepat digitalisasi UMKM.
- Penulis :
- Leon Weldrick



