HOME  ⁄  Ekonomi

Bulog Ekspor Perdana 1.000 Ton Beras Premium ke Malaysia, Disebut Hadiah HUT ke-81 RI

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Bulog Ekspor Perdana 1.000 Ton Beras Premium ke Malaysia, Disebut Hadiah HUT ke-81 RI
Foto: (Sumber :Arsip foto - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (tengah) menyaksikan penandatangan kesepakatan ekspor beras antara Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (kananG) dengan General Manager Padi dan Beras Borneo Sdn Bhd, Jumaat bin Ibrahim (kiri) di Jakarta, Jumat (14/8/2026) malam. ANTARA/Harianto.)

Pantau - Perum Bulog menyiapkan ekspor perdana 1.000 ton beras premium komersial ke Malaysia setelah menjalin kerja sama dengan Padi dan Beras Borneo Sdn. Bhd., langkah yang disebut menjadi hadiah istimewa menjelang HUT ke-81 Republik Indonesia.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan kekuatan stok beras nasional membuka peluang Indonesia mulai menembus pasar internasional.

"Menjelang HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, kita menunjukkan dengan kerja keras petani, dukungan pemerintah, dan pengelolaan pangan yang baik, Indonesia memiliki kekuatan stok yang memungkinkan kita untuk mulai menembus pasar internasional,” kata Rizal.

Ekspor Awal 1.000 Ton, Potensi Capai 200.000 Ton

Bulog dan perusahaan Malaysia Padi dan Beras Borneo Sdn. Bhd. telah menandatangani Nota Kesepahaman atau MoU terkait rencana ekspor beras premium komersial pada Jumat, 14 Agustus 2026, di Jakarta.

Penandatanganan tersebut disaksikan langsung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Pengiriman tahap awal direncanakan sebanyak 1.000 ton beras premium dengan potensi volume perdagangan mencapai 200.000 ton per tahun.

Bulog mencatat Cadangan Beras Pemerintah yang dikelolanya saat ini mencapai sekitar 5,2 juta ton.

Rizal menegaskan kebutuhan pangan nasional tetap menjadi prioritas utama meskipun peluang ekspor mulai dikembangkan.

"Prioritas Bulog tetap menjaga ketahanan pangan nasional. Namun, ketika stok kuat dan kebutuhan dalam negeri aman, kita memiliki kesempatan untuk mengembangkan bisnis komersial, termasuk ekspor beras premium," katanya.

"Ini merupakan bentuk kepercayaan diri bahwa Indonesia bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga memiliki produk yang dapat dipasarkan ke negara lain,” katanya menambahkan.

Pemerintah Pastikan Kebutuhan Dalam Negeri Tetap Prioritas

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai kerja sama ekspor tersebut menjadi momentum membanggakan karena dilakukan menjelang peringatan ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

"Hari ini, ketika stok kita kuat mencapai sekitar 5,2 juta ton, kita mulai berbicara tentang ekspor. Ini menunjukkan bahwa Indonesia semakin kuat dan semakin percaya diri,” ujar Amran.

Menurut Amran, kekuatan cadangan beras menjadi fondasi penting untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus membuka peluang perdagangan internasional.

“Ekspor bukan berarti kita mengurangi perhatian terhadap kebutuhan rakyat. Justru ekspor dilakukan karena kondisi kita sudah aman. Prioritas utama tetap kebutuhan dalam negeri," kata Amran.

Bulog selanjutnya akan memperkuat kerja sama dengan pemerintah dan mitra strategis untuk menjaga keseimbangan antara ketahanan pangan, stabilitas pasokan, kesejahteraan petani, dan pengembangan pasar komersial.

Penulis :
Ahmad Yusuf