
Pantau - Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa menilai sentimen domestik terhadap rupiah relatif positif menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Agustus 2026.
Pasar saat ini menantikan keputusan RDG BI, terutama terkait arah kebijakan suku bunga acuan.
Bank Indonesia juga mendorong peningkatan penyaluran kredit melalui pelonggaran likuiditas perbankan guna mendukung konsumsi dan pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas nilai tukar serta inflasi.
Pelemahan Dolar AS Beri Sentimen Positif
Dari sisi global, rupiah memperoleh sentimen positif dari pelemahan dolar Amerika Serikat setelah sejumlah data ekonomi negara tersebut menunjukkan perlambatan.
Penjualan ritel dan layanan makanan Amerika Serikat pada Juli 2026 turun 0,6 persen secara bulanan atau month-on-month, berbalik dari kenaikan 0,2 persen pada Juni.
Penurunan tersebut menjadi yang pertama tercatat sejak Oktober 2025.
Jumlah lapangan kerja sektor nonpertanian atau nonfarm payrolls juga berkurang sebanyak 23 ribu pada Juli, sedangkan tingkat pengangguran berada di angka 4,1 persen.
Amru menilai kondisi tersebut mengurangi tekanan terhadap dolar AS sehingga memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat.
Namun, risiko geopolitik dan kenaikan harga minyak masih menjadi faktor yang berpotensi membatasi penguatan mata uang Indonesia.
Rupiah Diproyeksikan Bergerak Rp17.750-Rp17.900
ICDX memperkirakan rupiah bergerak pada rentang Rp17.750 hingga Rp17.900 per dolar AS dalam jangka pendek dengan kecenderungan menguat secara terbatas.
“Ke depan, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.750-Rp17.900 per dolar AS dalam jangka pendek dengan kecenderungan menguat secara terbatas. Arah pergerakan rupiah akan turut dipengaruhi oleh perkembangan dolar AS dan hasil RDG BI, khususnya terkait sinyal kebijakan yang diberikan untuk menjaga stabilitas nilai tukar,” ujar dia.
Pergerakan rupiah selanjutnya akan dipengaruhi perkembangan dolar AS serta sinyal kebijakan yang disampaikan Bank Indonesia setelah RDG berlangsung.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



