
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) harus tetap memenuhi standar gizi serta tidak mengurangi menu yang telah ditetapkan pemerintah.
Penegasan itu disampaikan Zulkifli Hasan saat meninjau kesiapan aktivasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (19/8/2026).
"Tolong jangan dikurang-kurangi menunya. Tidak boleh mengurangi ketentuan dan tidak boleh mengurangi gizi yang sudah standar dalam MBG," kata Zulkifli Hasan.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan SPPG di wilayah 3T sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala dalam pelaksanaan Program MBG.
Program MBG Layani 62,6 Juta Penerima Manfaat
Program MBG saat ini telah menjangkau sekitar 62,6 juta penerima manfaat dengan dukungan 27.485 SPPG yang telah beroperasi.
Pelaksanaan program tersebut turut melibatkan 134.881 pemasok lokal yang terdiri atas UMKM, BUMDes, koperasi, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), dan pemasok lainnya.
Zulkifli Hasan mengatakan percepatan pengoperasian SPPG di wilayah 3T merupakan keputusan pemerintah yang memprioritaskan NTT, Maluku, serta seluruh wilayah Papua.
"Memang sudah keputusan rapat yang saya pimpin dua minggu yang lalu, 3T, NTT seluruhnya, Maluku seluruhnya, Papua seluruhnya. Papua ada enam provinsi, Papua, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan,” ujarnya.
Pemerintah saat ini melakukan penataan terhadap 8.617 SPPG di daerah terpencil, termasuk 1.703 SPPG 3T yang antara lain diarahkan untuk mendukung percepatan penurunan stunting.
NTT Ajukan 1.123 SPPG untuk Wilayah 3T
Di NTT tercatat sebanyak 1.123 pengajuan SPPG 3T dengan 170 SPPG telah tervalidasi dan dinyatakan siap beroperasi.
Percepatan pengoperasian SPPG di NTT menjadi perhatian pemerintah karena Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 mencatat prevalensi stunting di provinsi tersebut mencapai 37 persen.
Sejumlah daerah di NTT, termasuk Kabupaten Timor Tengah Selatan, Sumba Barat Daya, dan Timor Tengah Utara, tercatat memiliki prevalensi stunting yang tinggi.
Salah satu fasilitas yang siap beroperasi adalah SPPG Sikka Munerana di Kabupaten Sikka yang direncanakan melayani kurang dari 1.000 penerima manfaat.
Kementerian Koordinator Bidang Pangan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga terus mendorong percepatan penataan serta aktivasi SPPG 3T, terutama di wilayah yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi.
Peninjauan langsung di Sikka juga dilakukan untuk memastikan kesiapan operasional dan mendorong penyelesaian kendala di lapangan agar Program MBG di wilayah 3T berjalan efektif serta berkelanjutan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



