
Pantau - Konsumsi rumah tangga menjadi salah satu penopang geliat perekonomian Bali pada Juli 2026 seiring meningkatnya keyakinan konsumen dan terjaganya daya beli masyarakat.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bali meningkat dari 121,5 pada Juni 2026 menjadi 126,3 pada Juli 2026.
Kepala Perwakilan BI Bali Achris Sarwani mengatakan peningkatan keyakinan konsumen menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi Pulau Dewata pada tahun ini.
"Ini seiring dengan semakin baiknya persepsi masyarakat terhadap kondisi perekonomian,” kata Achris di Denpasar, Bali, Kamis (20/8/2026).
Daya Beli Masyarakat Bali Tetap Terjaga
BI Bali mencatat daya beli masyarakat masih terjaga di tengah perkembangan harga yang kondusif dengan inflasi Bali pada Juli 2026 sebesar 2,42 persen dan masih berada dalam rentang sasaran nasional.
Kondisi tersebut didukung pasokan yang terjaga serta penurunan harga sejumlah komoditas pangan strategis sehingga memperkuat persepsi positif masyarakat terhadap kemampuan konsumsi dan prospek perekonomian.
IKK Bali sebesar 126,3 juga lebih tinggi dibandingkan IKK nasional yang pada periode sama tercatat sebesar 116,8.
Indeks di atas 100 menunjukkan masyarakat berada dalam kondisi optimistis terhadap perekonomian.
Optimisme itu turut terlihat dari indeks ketersediaan lapangan kerja saat ini dibandingkan enam bulan sebelumnya yang mencapai 132.
Indeks penghasilan saat ini dibandingkan enam bulan sebelumnya mencapai 128,5, sedangkan indeks konsumsi barang tahan lama berada pada level 106,5.
Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Bali juga meningkat dari 123,7 pada Juni 2026 menjadi 130,3 pada Juli 2026 atau tumbuh 5,4 persen secara bulanan.
Ekonomi Bali Tumbuh 5,78 Persen
Pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan II-2026 mencapai 5,78 persen atau meningkat dibandingkan triwulan I-2026 yang sebesar 5,58 persen.
Capaian pertumbuhan Bali tersebut juga melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.
Pertumbuhan ekonomi Pulau Dewata didukung peningkatan aktivitas konstruksi, perdagangan, pertanian, serta berlanjutnya kegiatan pariwisata selama periode libur sekolah dan rangkaian hari besar keagamaan.
BI Bali akan melanjutkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus mengendalikan inflasi.
"Kami akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta instansi lainnya,” ucap Achris.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



