
Pantau - Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mengusulkan penambahan sumur bor dan sarana penampungan air untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di kawasan gambut yang sulit mendapatkan sumber air.
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan keterbatasan sumber air masih menjadi salah satu kendala dalam menangani karhutla sehingga sarana pendukung perlu diperkuat di sejumlah kawasan rawan kebakaran.
“Kami sudah mengusulkan, terutama untuk titik-titik yang sulit mendapatkan air. Bisa melalui embung, embung portabel, maupun penguatan sumur bor,” katanya di Palangka Raya, Kamis (20/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Fairid terkait kunjungan Menteri Kehutanan yang meninjau kebakaran hutan dan lahan gambut di Kelurahan Petuk Katimpun.
Menurut Fairid, penambahan sumur bor tidak hanya membantu pemadaman saat kebakaran terjadi, tetapi juga mendukung pembasahan lahan gambut untuk mencegah api meluas.
Embung Portabel Disiapkan untuk Perkuat Cadangan Air
Pemkot Palangka Raya juga mengusulkan penyediaan embung, termasuk embung portabel, untuk memperkuat cadangan air di kawasan yang belum memiliki sumber air permanen.
Fairid mengatakan pembangunan sumur bor perlu dilengkapi sistem perpipaan yang memadai agar air dapat didistribusikan secara efektif ke lokasi pembasahan maupun titik kebakaran.
“Sarana penampungan air portabel atau bergerak juga dapat menjadi alternatif untuk memperkuat respons di lapangan, terutama di lokasi yang tidak memiliki sumber air permanen,” katanya.
Selain pembangunan infrastruktur air, program pembasahan lahan, pembangunan sekat kanal, dan penguatan jaringan sumur bor dinilai perlu dimaksimalkan sebagai bagian dari pencegahan dan penanganan karhutla.
Pembangunan sekat dan batas kanal juga terus didorong dengan dukungan peralatan dari instansi terkait untuk menahan air dan menjaga kelembapan lahan gambut ketika kondisi mulai mengering.
Pemkot Perkuat Pencegahan Kebakaran Lahan Gambut
Fairid mengatakan penguatan infrastruktur air merupakan bagian dari langkah pencegahan jangka menengah agar lahan gambut dapat segera dibasahi ketika mulai mengalami kekeringan.
Pemkot Palangka Raya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan instansi terkait untuk memperkuat perencanaan penanganan karhutla.
Dukungan lintas pemerintah dan berbagai pihak diperlukan untuk meningkatkan sarana dan prasarana, kesiapsiagaan personel, serta upaya pencegahan agar kebakaran lahan gambut di Palangka Raya tidak meluas.
- Penulis :
- Aditya Yohan



