HOME  ⁄  Ekonomi

54 UMKM Papua Tembus Platform E-Commerce, Bank Indonesia Gandeng 50 Pelaku Usaha Baru pada 2026

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

54 UMKM Papua Tembus Platform E-Commerce, Bank Indonesia Gandeng 50 Pelaku Usaha Baru pada 2026
Foto: Salah satu produk UMKM Papua yang ikut pada kegiatan ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta pada beberapa waktu lalu (sumber: Bank Indonesia Papua)

Pantau - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua mencatat sebanyak 54 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Papua berhasil masuk atau onboarding ke berbagai platform e-commerce sepanjang 2020 hingga 2025.

Pelaksana Harian Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua David Sipahutar mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar dengan mendorong pelaku UMKM memanfaatkan perkembangan teknologi digital.

UMKM Kriya hingga Kopi Masuk E-Commerce

UMKM Papua yang berhasil mengikuti proses onboarding berasal dari sejumlah sektor usaha, mulai dari kriya dan fesyen, makanan dan minuman, hingga kopi.

"UMKM Papua yang lolos proses onboarding ke berbagai platform e-commerce tersebut bergerak di sejumlah sektor usaha, termasuk kriya dan fesyen, makanan dan minuman, serta kopi," kata David.

Bank Indonesia menilai digitalisasi menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan daya saing pelaku UMKM Papua.

Pemanfaatan platform digital memungkinkan pelaku usaha memperluas jangkauan pemasaran sehingga tidak hanya bergantung pada pasar konvensional.

Program onboarding e-commerce kembali dilanjutkan pada 2026 dengan melibatkan sebanyak 50 UMKM baru di Papua.

Puluhan UMKM tersebut juga berasal dari sektor kriya dan fesyen, makanan dan minuman, serta kopi.

"Untuk itu program onboarding e-commerce kembali dilanjutkan dan pada 2026 kami melibatkan 50 UMKM baru yang bergerak pada sektor kriya dan fesyen, makanan dan minuman, serta kopi juga," ungkap David.

Bank Indonesia berencana terus melanjutkan program tersebut dengan melibatkan peserta UMKM baru agar semakin banyak pelaku usaha Papua dapat memanfaatkan ekosistem digital untuk mengembangkan bisnis.

Kehadiran UMKM Papua di berbagai platform digital juga diharapkan membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus mendorong peningkatan kualitas produk, kemasan, dan pengelolaan usaha.

"Kehadiran UMKM Papua dalam platform digital diharapkan dapat membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus mendorong pelaku usaha meningkatkan kualitas produk, kemasan, serta pengelolaan usahanya," kata David.

BI Perluas QRIS dan Digital Farming

Upaya digitalisasi UMKM yang dilakukan Bank Indonesia tidak hanya melalui program onboarding ke platform e-commerce, tetapi juga melalui perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Penggunaan QRIS didorong untuk memperluas pemanfaatan sistem pembayaran digital dalam transaksi usaha para pelaku UMKM.

Bank Indonesia turut menerapkan digital farming bagi kelompok tani binaannya sebagai bagian dari transformasi digital yang lebih luas dan berkelanjutan.

Menurut David, transformasi digital perlu dilakukan secara berkesinambungan dengan melibatkan berbagai pihak agar UMKM Papua tidak sekadar masuk ke ekosistem digital, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas usahanya.

"Transformasi digital perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, sehingga UMKM Papua tidak hanya mampu masuk ke ekosistem digital, tetapi juga berkembang dan naik kelas," kata David.

Penulis :
Arian Mesa