
Pantau - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali mengajukan anggaran sebesar Rp58 miliar untuk operasional Bus Trans Metro Dewata (TMD) pada 2027 setelah jumlah penumpang menunjukkan tren peningkatan hingga menembus 5.000 orang per hari.
Kepala Dishub Provinsi Bali I Kadek Mudarta mengatakan usulan anggaran tersebut meningkat dibandingkan anggaran operasional Bus TMD pada 2026 yang mencapai sekitar Rp56 miliar.
Peningkatan anggaran diperlukan seiring bertambahnya jumlah pengguna serta kebutuhan meningkatkan kualitas pelayanan transportasi massal tersebut.
“Mulai April sampai Mei, Juli, Agustus itu sudah membaik (jumlah penumpang) terutama mulai Juli dan sampai jalan Agustus itu sudah di atas 5.000 penumpang per hari,” kata Kadek Mudarta di Denpasar, Minggu (23/8/2026).
Penumpang Bus TMD Meningkat
Dishub Bali mencatat jumlah penumpang Bus TMD sepanjang Januari hingga pertengahan Agustus 2026 secara umum menunjukkan tren lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Jumlah penumpang sempat mengalami penurunan pada Februari dan Maret akibat tingginya curah hujan sebelum kembali meningkat pada bulan-bulan berikutnya.
Peningkatan juga terlihat dari produktivitas armada melalui bertambahnya jumlah penumpang yang diangkut setiap unit bus dalam operasional harian.
Dishub Bali turut mencatat respons dan apresiasi masyarakat terhadap keberadaan serta kualitas pelayanan Bus TMD semakin membaik.
Meski belum melakukan survei khusus terkait demografi, profesi, dan tujuan perjalanan penumpang, Dishub melihat lonjakan pengguna pada jam sibuk pagi dan sore sebagai indikasi kuat Bus TMD banyak dimanfaatkan pekerja.
“Kalau kita melihat pola jumlah penumpangnya yang ramai itu pagi dan sore, jadi itu mewakili ciri khas dari layanan komuter, jadi layanan untuk orang bekerja,” ujar Kadek Mudarta.
Selain masyarakat lokal, wisatawan mancanegara turut menggunakan Bus TMD, terutama pada rute yang menghubungkan kawasan strategis seperti Bandara I Gusti Ngurah Rai dan Ubud.
“Yang wisatawan asing itu paling yang naik ke bandara atau koridor-koridor tertentu seperti ke Ubud, tapi jumlahnya memang tidak terlalu banyak,” ucapnya.
Anggaran Naik Menjadi Rp58 Miliar
Dishub Bali mengajukan anggaran operasional Bus TMD untuk 2027 sebesar Rp58 miliar atau lebih tinggi sekitar Rp2 miliar dibandingkan anggaran tahun berjalan.
Penyesuaian anggaran salah satunya diperlukan untuk mengantisipasi kenaikan biaya operasional dan tenaga kerja, termasuk perubahan Upah Minimum Provinsi (UMP).
“Untuk tahun depan Rp58 miliar untuk TMD saja, tahun ini kurang lebih Rp56 miliar sekian,” katanya.
Pembiayaan operasional Bus TMD akan tetap diarahkan melalui pola kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Bali dan pemerintah kabupaten/kota.
Kolaborasi dilakukan karena rute Bus TMD melintasi empat wilayah aglomerasi utama, yakni Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan atau Sarbagita.
Dishub Siapkan 75 Bus untuk 2027
Dishub Bali memastikan sebanyak 75 unit Bus TMD disiapkan untuk mendukung operasional pada 2027.
Sebanyak 69 unit diproyeksikan beroperasi secara reguler melayani penumpang, sedangkan enam unit lainnya disiapkan sebagai armada cadangan.
Dishub Bali juga merencanakan penambahan armada berbasis listrik, tetapi pengoperasiannya akan menggunakan skema dan merek Bus Sarbagita, bukan menjadi bagian dari Bus TMD.
Perbedaan tersebut berkaitan dengan skema kepemilikan aset karena Trans Metro Dewata menggunakan sistem pembelian layanan atau buy the service dengan kendaraan dimiliki operator pemenang tender.
Sementara itu, armada bus listrik Sarbagita menggunakan skema kepemilikan aset oleh pemerintah daerah.
- Penulis :
- Gerry Eka



