HOME  ⁄  Ekonomi

Skema KPR Membantu Kelas Menengah Bali Memiliki Rumah di Tengah Kenaikan Harga Properti

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Skema KPR Membantu Kelas Menengah Bali Memiliki Rumah di Tengah Kenaikan Harga Properti
Foto: Arsip foto - Kawasan rumah subsidi di Kabupaten Tabanan, Bali, Selasa (25/11/2025)

Pantau - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali menyebut skema kredit pemilikan rumah (KPR) membantu masyarakat kelas ekonomi menengah memiliki rumah di tengah kenaikan harga properti residensial pada 2026.

Kepala BI Bali Achris Sarwani mengatakan pembelian rumah melalui KPR masih mendominasi transaksi properti di Bali dengan porsi mencapai 67,6 persen dari total pembelian rumah.

"Harga properti residensial di pasar primer pada triwulan II-2026 mengalami peningkatan," kata Achris di Denpasar, Minggu (23/8/2026).

Berdasarkan Survei Harga Properti Residensial (SHPR), Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan II-2026 tumbuh 1,02 persen atau lebih tinggi dibandingkan triwulan I-2026 sebesar 0,87 persen.

Biaya Produksi Mendorong Kenaikan Harga Rumah

Kenaikan harga terutama terjadi pada rumah menengah dengan luas bangunan 36 hingga 70 meter persegi serta rumah besar dengan luas bangunan di atas 70 meter persegi.

BI mencatat peningkatan biaya produksi menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga rumah, terutama akibat naiknya harga bahan bangunan dan upah tenaga kerja.

Tekanan harga juga berasal dari peningkatan biaya perizinan, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), serta penambahan fasilitas dan fasilitas sosial perumahan.

Di tengah kenaikan tersebut, pengembang masih menghadapi sejumlah tantangan dalam menjual properti residensial primer di Bali.

Hambatan itu meliputi tingginya suku bunga KPR, keterbatasan lahan, beban pajak, dan besarnya uang muka yang harus disiapkan konsumen.

Dari sisi pembangunan, sebanyak 56,6 persen sumber pendanaan pengembang properti residensial di Bali masih berasal dari dana sendiri.

Sumber pembiayaan lainnya berasal dari pinjaman bank, dana nasabah, serta pinjaman lembaga keuangan nonbank.

Harga Properti Bali Diprediksi Masih Meningkat

BI memperkirakan harga properti residensial di Bali masih mengalami peningkatan pada triwulan III-2026, baik untuk harga tanah maupun rumah.

Kenaikan diperkirakan mencakup rumah yang dibeli secara tunai maupun melalui skema KPR.

"Tapi ekspektasi kenaikan harga tersebut relatif terbatas, sejalan dengan kehati-hatian masyarakat dalam melakukan penyesuaian harga di tengah kondisi penjualan yang masih menghadapi berbagai tantangan," kata Achris.

Penulis :
Gerry Eka