
Pantau - Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Kabupaten Gunungkidul mengoptimalkan promosi Pantai Baron setelah gelombang tinggi mengubah bentang alam kawasan wisata di Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Perubahan alami tersebut membuat aliran sungai yang sebelumnya membujur dari barat ke timur kini mengalir langsung menuju laut sehingga kawasan pantai kembali menyatu.
Sekretaris Disparekrafpora Gunungkidul Eko Nur Cahyo mengatakan perubahan bentang alam itu terjadi akibat gelombang tinggi beberapa waktu lalu.
"Gelombang tinggi beberapa waktu yang lalu mengubah penampakan bentang, yang dulu aliran sungai membujur dari barat ke timur sekarang langsung ke arah laut," katanya.
Wisatawan Tak Perlu Lagi Menyeberangi Sungai
Perubahan aliran sungai membuat pulau pasir yang sebelumnya terpisah kembali menyatu dengan kawasan Pantai Baron seperti kondisi belasan tahun lalu.
Kondisi tersebut membuat wisatawan tidak perlu lagi menggunakan kapal nelayan untuk menyeberangi sungai ketika hendak menuju kawasan pantai.
"Sekarang pulau pasirnya tidak ada, wisatawan bisa langsung turun ke pasir sampai mendekati air laut tanpa ada halangan sungai," ujarnya.
Eko menyebut fenomena perubahan bentang alam Pantai Baron tergolong langka karena kondisi serupa terakhir terjadi sekitar 14 tahun lalu.
"Jadi rentang belasan tahun kalau informasi dari teman-teman yang ada di sana itu 14 tahun yang lalu seperti itu," katanya.
Disparekrafpora Jadikan Perubahan Pantai sebagai Momentum Promosi
Disparekrafpora Gunungkidul akan memanfaatkan perubahan bentang alam tersebut sebagai peluang untuk mengembangkan sekaligus mempromosikan pariwisata Pantai Baron.
Perubahan aliran sungai dinilai menghadirkan penampakan berbeda yang dapat menjadi daya tarik baru bagi wisatawan.
"Otomatis keindahan Pantai Baron ini berubah sejak adanya perubahan arus aliran sungai itu, ini layak dipublikasikan," ujarnya.
Disparekrafpora juga memproyeksikan Pantai Baron dapat kembali menjadi salah satu destinasi favorit, terutama bagi wisatawan keluarga.
"Justru dengan kembalinya posisi Baron, bisa jaya seperti dulu waktu menjadi idola wisatawan keluarga," katanya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



