HOME  ⁄  Ekonomi

BP BUMN dan Danantara Siapkan Sistem Pemeringkatan Tunggal untuk Standarkan Karier dan SDM BUMN

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

BP BUMN dan Danantara Siapkan Sistem Pemeringkatan Tunggal untuk Standarkan Karier dan SDM BUMN
Foto: Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria (sumber: BP BUMN)

Pantau - BP BUMN bersama Danantara mendorong pembangunan sistem sumber daya manusia (SDM) terintegrasi yang akan diterapkan di seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memperkuat tata kelola dan mendukung transformasi perusahaan negara.

Sistem tersebut diarahkan untuk menciptakan standar pengelolaan SDM yang lebih profesional, terukur, transparan, kompetitif, dan berbasis meritokrasi.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria menilai salah satu tantangan utama dalam pembangunan sistem tersebut adalah menyusun grading system atau sistem pemeringkatan yang sesuai dengan kebutuhan BUMN Indonesia.

Menurut Dony, praktik pengelolaan SDM dari pihak lain dapat digunakan sebagai benchmark atau pembanding, tetapi BUMN tetap perlu membangun sistem yang sesuai dengan kebutuhannya sendiri.

"Menurut saya yang paling susah itu membuat grading system versi kita dulu. Kita boleh benchmark, tetapi versi kita yang utama. Kita mulai dari nol dan menentukan terlebih dahulu grading system yang kita mau seperti apa," ungkap Dony.

Seluruh BUMN Diarahkan Gunakan Sistem Pemeringkatan Tunggal

Ke depan, seluruh BUMN diarahkan menggunakan single grading system atau sistem pemeringkatan tunggal sebagai acuan bersama dalam pengelolaan SDM.

Sistem pemeringkatan tunggal tersebut akan mencakup berbagai aspek pengelolaan SDM, mulai dari human development atau pengembangan sumber daya manusia hingga jenjang karier.

Sistem tersebut juga akan menjadi acuan dalam menentukan job value atau nilai suatu pekerjaan dan jabatan di lingkungan BUMN.

Standardisasi itu diharapkan menciptakan sistem yang lebih konsisten dalam menilai jabatan serta mengukur kompetensi dan kontribusi masing-masing talenta di seluruh perusahaan BUMN.

Dalam rangka mempersiapkan sistem tersebut, Dony menggelar rapat internal untuk membahas pembangunan sistem SDM BUMN yang lebih terintegrasi.

Salah satu fokus pembahasan dalam rapat tersebut adalah pembangunan standar grading system yang dapat digunakan sebagai acuan bersama oleh seluruh BUMN.

Menurut Dony, penyusunan grading system harus dimulai dengan membangun standar versi bersama terlebih dahulu sebelum dibandingkan dengan berbagai praktik pengelolaan SDM yang selama ini diterapkan di masing-masing BUMN.

Implementasi Dilakukan Bertahap dan Pertimbangkan Karakteristik BUMN

Proses standardisasi akan dilakukan secara hati-hati agar sistem yang dihasilkan dapat diterapkan secara konsisten di seluruh BUMN.

Tahapan pembangunan sistem tersebut mencakup penyusunan sistem dan pelaksanaan assessment atau penilaian.

Proses selanjutnya akan memasuki tahap kalibrasi untuk memastikan standar yang digunakan sesuai dengan kebutuhan BUMN.

Implementasi kemudian dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan karakteristik dan skala masing-masing perusahaan BUMN.

Melalui standardisasi tersebut, BP BUMN dan Danantara ingin membangun ekosistem karier di lingkungan BUMN yang lebih profesional, transparan, dan kompetitif.

Penerapan single grading system juga diharapkan memastikan pengelolaan talenta dilakukan berdasarkan ukuran yang objektif dan terukur.

Standardisasi tersebut diharapkan memberikan kesempatan yang setara bagi talenta terbaik di lingkungan BUMN untuk mengembangkan karier berdasarkan kompetensi, kinerja, serta kontribusi masing-masing terhadap perusahaan.

Penulis :
Leon Weldrick