HOME  ⁄  News

Pengalaman Kerja di Taiwan Membuka Peluang Karier Baru bagi Pekerja Migran Indonesia

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pengalaman Kerja di Taiwan Membuka Peluang Karier Baru bagi Pekerja Migran Indonesia
Foto: Senior Migrant Education Specialist One-Forty Elhana Sugiaman berbicara dalam pertemuan dengan delegasi media dalam kerangka Kebijakan Baru ke Arah Selatan (New Southbound Policy/NSP) Taiwan di Kantor One-Forty di Taipei, Sabtu (22/8).

Pantau - Pengalaman kerja, kemampuan bahasa, dan keterampilan yang diperoleh pekerja migran Indonesia selama berada di Taiwan dapat menjadi modal untuk membangun karier baru setelah kembali ke Tanah Air.

Potensi tersebut cukup besar karena Taiwan menjadi salah satu tujuan utama pekerja migran Indonesia dengan jumlah mencapai 329.586 orang pada akhir Maret 2026 berdasarkan data Departemen Tenaga Kerja Taiwan.

Namun, pengalaman bekerja di luar negeri tidak otomatis berubah menjadi peluang ekonomi karena ketersediaan pekerjaan, kemampuan beradaptasi, dan dukungan setelah kepulangan turut menentukan keberlanjutan karier para pekerja migran.

Kemampuan Bahasa Jadi Modal Memasuki Dunia Kerja

Senior Migrant Education Specialist One-Forty Elhana Sugiaman mengatakan sejumlah alumni organisasi nirlaba yang bergerak dalam pendidikan dan pemberdayaan pekerja migran tersebut berhasil memanfaatkan pengalaman di Taiwan untuk membangun karier di Indonesia.

Salah seorang alumni bahkan bekerja di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah, sebagai pekerja dwibahasa setelah menyelesaikan masa kerjanya di Taiwan.

Pengalaman tersebut kemudian membawanya bekerja sebagai penerjemah di Jakarta sebelum akhirnya kembali ke Subang, Jawa Barat.

"Dia mampu mendapatkan pekerjaan sebagai penerjemah di Sulawesi. Karena itu, dia kemudian mendapatkan pekerjaan di Jakarta sebagai penerjemah. Sekarang dia kembali ke Subang karena telah memperoleh pengalaman sebagai pekerja dwibahasa di sejumlah perusahaan di Indonesia," ujar Elhana.

Elhana menyampaikan keterangan tersebut dalam pertemuan dengan delegasi media dalam kerangka Kebijakan Baru ke Arah Selatan atau New Southbound Policy (NSP) Taiwan di Kantor One-Forty, Taipei, Sabtu (22/8/2026).

Menurut Elhana, kemampuan bahasa dan pengalaman bekerja di lingkungan perusahaan asing dapat menjadi nilai tambah bagi mantan pekerja migran ketika kembali memasuki pasar kerja Indonesia.

Pengalaman Migrasi Tak Hanya Menghasilkan Remitansi

Sejumlah alumni One-Forty memilih mencari pekerjaan di kawasan dengan aktivitas industri yang berkembang daripada langsung kembali ke daerah asal mereka.

Morowali menjadi salah satu wilayah tujuan karena memiliki banyak perusahaan asing yang membutuhkan pekerja dengan kemampuan menjembatani komunikasi dalam bahasa asing.

Kondisi tersebut menunjukkan pengalaman migrasi dapat memberikan manfaat lebih panjang melalui keterampilan dan kompetensi yang diperoleh selama bekerja di luar negeri.

Pengalaman itu juga dapat menjadi modal sumber daya manusia untuk memasuki sektor ekonomi di Indonesia yang membutuhkan tenaga kerja dengan kemampuan bahasa asing dan pengalaman bekerja di lingkungan internasional.

Penulis :
Gerry Eka