HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Menguat ke Rp17.695 per Dolar AS Seiring Harga Minyak Dunia Turun

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Rupiah Menguat ke Rp17.695 per Dolar AS Seiring Harga Minyak Dunia Turun
Foto: (Sumber :Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Senin (13/7/2026). Nilai tukar rupiah berada di level Rp18.109 per dolar AS pada perdagangan Senin (13/7) sore, rupiah melemah 44 poin atau 0,24 persen dibandingkan dari penutupan sebelumnya di level Rp 18.065 per dolar AS imbas ketegangan geopolitik AS-Iran yang meningkat di Timur Tengah. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.)

Pantau - Nilai tukar rupiah menguat 28 poin atau 0,16 persen menjadi Rp17.695 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Rabu (26/8/2026) dari penutupan sebelumnya Rp17.723 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai penguatan rupiah dipengaruhi penurunan harga minyak mentah dunia di tengah meningkatnya harapan perdamaian di Timur Tengah.

“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS seiring penurunan harga minyak mentah dunia di tengah meningkatnya harapan perdamaian di Timur Tengah, menyusul laporan bahwa Iran dan Oman membahas pembentukan ‘koridor maritim gabungan sementara’ di Selat Hormuz,” katanya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Iran dan Oman Bahas Kelancaran Pelayaran

Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr bin Hamad Al Busaidi dan Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi membahas upaya memulihkan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz.

Kedua menteri membahas perkembangan pelayaran melalui jalur perairan strategis tersebut serta pentingnya melanjutkan pembicaraan untuk mencapai kesepahaman yang dapat menjaga kelancaran arus pelayaran.

Pembicaraan itu juga mencakup upaya menciptakan kondisi yang memungkinkan dimulainya kembali dialog dan perundingan untuk mempersempit perbedaan serta mencapai penyelesaian damai.

Harga minyak mentah Brent dilaporkan turun ke kisaran 86,2 dolar AS per barel setelah melemah 2,4 persen pada sesi sebelumnya.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate juga turun 5,5 persen menjadi 80,40 dolar AS per barel.

Rupiah Diprediksi Bergerak Rp17.650-Rp17.750

Lukman menilai tidak terdapat sentimen domestik signifikan yang memengaruhi pergerakan rupiah pada perdagangan tersebut.

“Namun, investor akan mewaspadai dan mencermati demo besok (Kamis 27/8),” katanya.

Berdasarkan perkembangan geopolitik dan kondisi pasar, rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp17.650 hingga Rp17.750 per dolar AS.

Penulis :
Ahmad Yusuf