
Pantau - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mendorong pengembangan ekonomi sirkular berbasis masyarakat melalui Program Maggot Black Soldier Fly (BSF) di Desa Karangasem, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Program yang telah berjalan sejak 2024 tersebut mengolah sampah organik menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan, "Setelah berjalan sejak 2024, program Maggot Black Soldier Fly (BSF) telah memberikan dampak nyata dalam mendorong ekonomi sirkular berbasis masyarakat di Desa Karangasem, Gunungkidul."
Kelola 561 Kilogram Sampah Organik per Bulan
Program Maggot BSF dikelola Bank Sampah Ngupadi Rejeki Karangasem dengan memanfaatkan maggot untuk mengolah sampah organik menjadi kasgot atau bekas maggot dan pupuk organik cair (POC).
Hingga saat ini, rumah maggot mampu mengelola rata-rata 561 kilogram sampah organik setiap bulan yang berasal dari 60 rumah tangga dan dua pelaku usaha angkringan.
Pengelolaan tersebut berkontribusi mengurangi volume sampah yang berpotensi menimbulkan bau maupun pencemaran hingga 40–60 persen.
Program tersebut juga mendorong perubahan perilaku masyarakat untuk memilah sampah sejak dari sumbernya.
Dari sisi produksi, kegiatan tersebut menghasilkan sekitar 50 kilogram maggot segar setiap bulan, sekitar 420 kilogram kasgot per tahun, serta 540 liter pupuk organik cair per tahun.
Tingkat keberhasilan budi daya maggot juga terus meningkat dengan capaian panen sekitar 30–55 persen pada setiap siklus.
Mamit menjelaskan seluruh hasil budi daya tersebut dimanfaatkan kembali dalam ekosistem ekonomi sirkular.
"Seluruh hasil budi daya dimanfaatkan kembali dalam ekosistem ekonomi sirkular. Maggot digunakan sebagai pakan ikan lele sebanyak 547,5 kilogram dan ayam sebanyak 730 kilogram per tahun, sedangkan 420 kilogram kasgot dimanfaatkan sebagai pupuk organik dan 150 liter pupuk organik cair telah digunakan maupun dipasarkan. Produk tersebut turut mendukung budi daya pertanian pada lahan seluas 400 meter persegi," katanya lagi.
Program Maggot Dongkrak Pendapatan Masyarakat
Program Maggot BSF turut memberikan manfaat ekonomi melalui pengembangan kegiatan usaha turunan berupa peternakan ayam, budi daya lele, dan perkebunan.
Penjualan lele dan telur ayam menghasilkan rata-rata Rp1,5 juta per bulan, sedangkan penjualan sayuran mencapai rata-rata Rp500 ribu per bulan.
Penjualan kasgot dan pupuk organik cair juga menghasilkan pendapatan sekitar Rp4,5 juta per tahun.
Pemanfaatan maggot sebagai pakan ternak mampu menghemat biaya pembelian pakan hingga Rp10,08 juta per tahun.
Dari aspek sosial, program tersebut memberikan manfaat langsung kepada sekitar 25–60 orang dengan 25 anggota masyarakat terlibat sebagai pengelola aktif.
Mamit mengatakan Program Maggot BSF merupakan wujud komitmen PLN EPI dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang tidak hanya diarahkan untuk menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat.
"PLN EPI meyakini bahwa transisi menuju keberlanjutan harus dimulai dari solusi yang dekat dengan masyarakat. Program Maggot BSF membuktikan bahwa sampah organik dapat diolah menjadi sumber daya bernilai ekonomi sekaligus memperkuat ekonomi sirkular. Kami berharap model ini dapat terus berkembang dan direplikasi di berbagai daerah sehingga manfaatnya semakin luas," ujar Mamit.
Masyarakat Ubah Cara Pandang terhadap Sampah
Ketua Bank Sampah Ngupadi Rejeki Karangasem Riyanta mengatakan program tersebut telah mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah organik.
"Kini masyarakat tidak lagi melihat sampah sebagai limbah, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi. Selain lingkungan menjadi lebih bersih, masyarakat juga memperoleh manfaat melalui penghematan biaya pakan, pupuk organik, dan peningkatan pendapatan kelompok," katanya pula.
Melalui program tersebut, sampah organik kini dimanfaatkan sebagai sumber daya bernilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat berupa lingkungan yang lebih bersih, penghematan biaya pakan, ketersediaan pupuk organik, dan peningkatan pendapatan kelompok masyarakat.
PLN EPI berharap model pengelolaan sampah organik berbasis maggot tersebut dapat terus dikembangkan dan direplikasi di berbagai daerah agar manfaat lingkungan, sosial, dan ekonominya semakin luas.
- Penulis :
- Arian Mesa



