
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 116,06 poin atau 1,81 persen ke posisi 6.521,75 pada perdagangan Kamis sore, seiring meredanya kekhawatiran pelaku pasar terhadap risiko stabilitas keamanan dari dalam negeri.
Kelompok 45 saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 turut naik 8,52 poin atau 1,35 persen ke posisi 641,07.
Pengamat pasar modal Elandry Pratama menilai penguatan IHSG terutama mencerminkan berkurangnya kekhawatiran investor terhadap risiko domestik setelah pembukaan perdagangan berlangsung relatif kondusif.
"Penguatan IHSG hari ini terutama mencerminkan meredanya kekhawatiran pasar terhadap risiko domestik, setelah pembukaan perdagangan yang relatif kondusif," ujar Elandry
Aksi Beli Saham Berkapitalisasi Besar Menopang IHSG
Aksi beli atau net buy pada saham-saham berkapitalisasi besar turut menopang IHSG karena investor menilai tekanan sebelumnya sudah cukup banyak diperhitungkan atau priced-in oleh pasar.
Dari sisi eksternal, sentimen regional yang lebih positif dan stabilnya pergerakan nilai tukar rupiah turut mendukung penguatan pasar saham domestik.
"Dari eksternal, sentimen regional yang lebih positif serta stabilnya pergerakan nilai tukar rupiah ikut menjaga market sentiment," ujar Elandry.
Elandry menjelaskan investor mulai kembali melakukan akumulasi secara selektif, terutama terhadap saham-saham likuid dan saham blue chip yang sebelumnya mengalami koreksi.
Meski demikian, investor dinilai belum sepenuhnya agresif karena masih mencermati perkembangan situasi domestik, arah foreign flow, serta berbagai sentimen dari pasar global.
"Jadi, penguatan hari ini lebih mencerminkan perbaikan risk appetite, tetapi tetap disertai pendekatan selektif," ujar Elandry.
Dalam jangka pendek, IHSG dinilai masih berpeluang melanjutkan penguatan apabila situasi domestik tetap kondusif serta tidak muncul tekanan baru dari pasar global maupun nilai tukar rupiah.
Elandry juga mengingatkan adanya peluang aksi ambil untung atau profit taking setelah IHSG mengalami kenaikan yang cukup cepat.
"Investor sebaiknya tidak mengejar saham yang sudah naik terlalu tinggi dan lebih fokus pada emiten dengan fundamental solid, likuiditas baik, serta katalis kinerja yang masih terjaga," ujar Elandry.
Seluruh Sektor Saham Berakhir Menguat
IHSG membuka perdagangan dalam kondisi menguat, kemudian sempat berada di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama sebelum kembali ke zona hijau pada sesi kedua hingga penutupan perdagangan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh 11 sektor mencatatkan penguatan dengan sektor kesehatan membukukan kenaikan tertinggi sebesar 3,71 persen.
Sektor barang konsumen nonprimer menguat 3,69 persen, sedangkan sektor industri naik 3,59 persen.
Saham-saham yang mencatat penguatan harga terbesar adalah GRPH, BIKE, KETR, NICK, dan CBUT, sedangkan saham dengan pelemahan terbesar adalah RGAS, GRIA, JAST, WINE, dan WGSH.
Frekuensi perdagangan saham tercatat mencapai 2.954.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 35,18 miliar lembar dan nilai transaksi sebesar Rp13,51 triliun.
Sebanyak 578 saham mengalami kenaikan harga, 103 saham melemah, sedangkan 282 saham tidak mengalami perubahan nilai.
Bursa Asia Bergerak Variatif
Pergerakan bursa saham di kawasan Asia ditutup variatif dengan indeks Nikkei melemah 0,14 persen ke posisi 66.168,00 dan indeks Shanghai menguat 1,13 persen ke posisi 3.956,57.
Indeks Hang Seng melemah 0,34 persen ke posisi 25.565,74, sementara indeks Kospi menguat 1,53 persen ke posisi 6.912,37.
Indeks Strait Times tercatat melemah 0,66 persen ke posisi 5.683,75.
- Penulis :
- Arian Mesa




