HOME  ⁄  Ekonomi

Danantara Dorong Jasa Marga Perkuat Transformasi Layanan demi Keselamatan dan Kenyamanan Pengguna Jalan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Danantara Dorong Jasa Marga Perkuat Transformasi Layanan demi Keselamatan dan Kenyamanan Pengguna Jalan
Foto: Senior Director Transportation Sector DAM Wamildan Tsani Panjaitan, Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono dan jajaran Jasa Marga dalam kunjungan ke Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), Bekasi, Jawa Barat (sumber: DAM)

Pantau - PT Danantara Asset Management (DAM) mendorong PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus memperkuat transformasi layanan transportasi dengan mengutamakan pengalaman pengguna, keselamatan, kelancaran perjalanan, serta dampak nyata bagi masyarakat.

Senior Director Transportation Sector DAM Wamildan Tsani Panjaitan menegaskan keberhasilan Jasa Marga tidak hanya diukur dari pertumbuhan lalu lintas kendaraan, peningkatan pendapatan tol, maupun penyelesaian proyek strategis jalan tol.

Menurut Wamildan, keberhasilan perusahaan juga harus tercermin dari perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh pengguna jalan.

"Antara lain kondisi jalan yang terjaga, perjalanan yang semakin lancar, keselamatan pengguna yang semakin terjamin, serta kemampuan mengantisipasi dan menangani gangguan secara cepat," kata Wamildan.

Danantara Dorong Standar Pelayanan yang Konsisten

Wamildan bersama jajarannya menyampaikan arahan tersebut saat melakukan kunjungan ke Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) di Bekasi, Jawa Barat.

Dalam kunjungan itu, Wamildan menekankan pentingnya kolaborasi untuk mendorong transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor transportasi agar pelayanan memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Danantara Indonesia memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kualitas layanan BUMN karena perusahaan negara dipandang sebagai wajah negara yang hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Wamildan turut mengapresiasi kelengkapan fitur aplikasi Travoy yang dikembangkan Jasa Marga untuk mendukung kebutuhan informasi perjalanan pengguna jalan.

Namun, belum seluruh pengguna jalan memanfaatkan Travoy sehingga Jasa Marga didorong terus memperluas kanal penyampaian informasi.

Perluasan kanal tersebut diharapkan membuat akses informasi perjalanan semakin inklusif dan mampu menjangkau lebih banyak pengguna jalan.

Danantara juga mengapresiasi pengelolaan Travoy Rest KM 88A dan KM 88B di Jalan Tol Cipularang yang dinilai telah menunjukkan standar pelayanan yang baik.

Wamildan berharap praktik pelayanan di kedua tempat istirahat tersebut dapat direplikasi di rest area Jasa Marga lainnya agar standar layanan semakin seragam dan konsisten dalam jangka pendek maupun panjang.

Jasa Marga Integrasikan Tiga Pilar Layanan

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan perusahaan saat ini memperkuat integrasi tiga pilar utama pelayanan, yakni preservasi, rest area, dan layanan informasi jalan tol.

Integrasi tersebut menjadi bagian dari transformasi Jasa Marga untuk meningkatkan customer experience atau pengalaman pengguna sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Langkah itu juga disebut selaras dengan arahan Danantara Indonesia dalam mendorong transformasi pelayanan BUMN.

Jasa Marga turut mendorong transformasi melalui pergeseran konsep dari infrastructure menjadi infraculture, yakni mengubah paradigma yang sebelumnya berfokus pada pengembangan jalan tol sebagai aset infrastruktur menuju pembangunan budaya pelayanan terbaik.

"Ketiga pilar ini memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih baik, yaitu preservasi untuk menjaga kualitas dan keselamatan jalan (protect the journey)," ujar Rivan.

Pilar preservasi diarahkan untuk menjaga kualitas infrastruktur sekaligus memastikan keselamatan jalan atau protect the journey.

Sementara itu, rest area ditempatkan sebagai titik destinasi untuk mendukung kenyamanan pengguna selama perjalanan atau support the journey.

Pilar layanan informasi bertujuan memastikan informasi perjalanan tersedia secara tepat dan mudah diakses pengguna atau inform the journey.

Teknologi Diperkuat, Jasa Marga Bidik Zero ODOL 2027

Pada pilar preservasi, Jasa Marga mengembangkan Tollroad Real Time Operation Oversight Performance System (TROOPS) serta menggunakan sarana pendukung seperti Hawkeye untuk memantau kondisi infrastruktur jalan.

Pemanfaatan teknologi tersebut memungkinkan kondisi infrastruktur diidentifikasi lebih dini sehingga mendukung proses pelaporan, penentuan kebutuhan pemeliharaan, serta respons perbaikan yang lebih terukur, responsif, dan terstandar.

Dalam aspek keselamatan, Jasa Marga juga memperkuat penanganan kendaraan over dimension over load (ODOL).

Volume truk saat ini tercatat sekitar 13 persen dari keseluruhan lalu lintas kendaraan di jalan tol yang dikelola Jasa Marga Group, tetapi kendaraan tersebut disebut terlibat dalam sekitar 70 persen kejadian khusus.

“Karena itu, Jasa Marga terus berkolaborasi secara intensif dengan Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri. Integrasi sistem Bukti Lulus Uji Elektronik (BLUe) dengan Weigh In Motion (WIM) dan RFID Reader menjadi penting untuk mendukung pengawasan kendaraan angkutan barang," kata Rivan.

Jasa Marga berkolaborasi dengan Kementerian Perhubungan dan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri untuk memperkuat pengawasan kendaraan angkutan barang.

Salah satu langkah yang didorong adalah integrasi sistem Bukti Lulus Uji Elektronik (BLUe) dengan Weigh In Motion (WIM) dan RFID Reader sebagai bagian dari upaya mencapai target zero ODOL pada 2027.

Penanganan kendaraan ODOL tersebut sekaligus diarahkan untuk meningkatkan keselamatan seluruh pengguna jalan tol.

Rest Area dan Informasi Perjalanan Ikut Bertransformasi

Pada pilar rest area, Jasa Marga mengembangkan sejumlah showcase melalui penataan kawasan, pembaruan fasilitas, serta penguatan peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pengembangan juga dilakukan melalui penambahan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), penerapan waste management atau pengelolaan sampah, serta pengembangan urban forest area.

Pada pilar layanan informasi jalan tol, Jasa Marga mengoptimalkan JMTC sebagai pusat integrasi data lalu lintas dan kondisi jalan secara real time.

Data tersebut digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan operasional sekaligus penyampaian informasi perjalanan kepada pengguna jalan.

Ekosistem informasi tersebut diperkuat melalui aplikasi Travoy dan Radio Travoy FM agar informasi perjalanan tersedia secara tepat dan mudah diakses.

Jasa Marga saat ini mengoperasikan 32 ruas jalan tol dengan total konsesi mencapai 1.294 kilometer.

Dengan jaringan tersebut, Jasa Marga berupaya menghadirkan perjalanan yang lancar, mudah, aman, nyaman, dan berkeselamatan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pengguna jalan.

Transformasi layanan tersebut sejalan dengan Asta Cita pemerintah, khususnya Asta Cita ketiga yang mencakup kelanjutan pembangunan infrastruktur secara berkelanjutan sekaligus peningkatan keselamatan konektivitas nasional.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026