
Pantau - Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, memperluas keterlibatan UMKM lokal dalam rantai pasok setelah sekitar 668 pelaku usaha tercatat terhubung setiap bulan dengan aktivitas ekonomi kawasan tersebut.
Novita menyampaikan dorongan itu saat mengikuti kunjungan kerja di Nuanu Creative City, Tabanan, Bali, Jumat (28/8/2026).
Ia menilai kawasan pariwisata dan ekonomi kreatif seperti Nuanu memiliki peran dalam menghubungkan aktivitas investasi dengan pertumbuhan UMKM lokal.
"Di dalam ekosistem besar ini melibatkan stakeholder-stakeholder penting di dalam UMKM yang menjadi rantai pasok. Dan tentu ini sesuai dengan cita-cita Undang-Undang yang memang kami teman-teman Komisi VII benar-benar inginkan, baik itu di kawasan industri, di pariwisata, maupun juga di UMKM," kata Novita.
Menurut dia, pola keterlibatan UMKM dalam ekosistem tersebut sejalan dengan perhatian Komisi VII agar perkembangan kawasan industri, pariwisata, dan ekonomi kreatif memberikan manfaat langsung kepada pelaku usaha lokal.
Sebanyak 668 UMKM Terhubung Setiap Bulan
Berdasarkan paparan yang diterima Novita, sekitar 668 UMKM telah menjadi bagian dari rantai pasok aktivitas ekonomi Nuanu Creative City setiap bulan.
"Salah satunya Nuanu ada sekitar 668 UMKM yang sudah terhubung setiap bulannya menjadi supply chain dari aktivitas ekonomi yang dihasilkan dan dilakukan oleh Nuanu Creative City," ujarnya.
Novita mengapresiasi aktivitas investasi asing di Bali yang turut memberikan dampak terhadap keterlibatan UMKM dalam rantai pasok.
Namun, ia meminta jumlah UMKM tersebut dilihat lebih jauh dengan mempertimbangkan besarnya kawasan dan aktivitas ekonomi di Nuanu Creative City.
Nuanu Creative City memiliki kawasan seluas 44 hektare dengan berbagai aktivitas ekonomi yang berlangsung di dalamnya.
"Terdengarnya mungkin 668 itu adalah jumlah yang besar, tapi untuk lahan sebesar 44 hektare kemudian dengan aktivitas ekonomi yang begitu besar seharusnya dipaparkan lebih detail lagi berapa banyak UMKM yang ada di Provinsi Bali atau sekitarnya yang ada di Tabanan tadi. Saya rasa pasti lebih dong dari 668, kenapa yang lolos hanya 668," ungkapnya.
UMKM Bali dan Tabanan Diminta Mendapat Ruang Lebih Besar
Novita meminta pemerintah dan pengelola kawasan memastikan lebih banyak UMKM lokal, khususnya yang berasal dari Bali dan Kabupaten Tabanan, memperoleh kesempatan masuk dalam rantai pasok.
Menurut dia, pertumbuhan sektor pariwisata perlu diikuti dengan peningkatan penyerapan produk dan jasa yang berasal dari pelaku UMKM lokal.
Novita juga meminta kementerian yang menjadi mitra Komisi VII DPR memberikan perhatian terhadap perluasan keterlibatan UMKM tersebut.
Kementerian yang disebut meliputi Kementerian UMKM, Kementerian Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Pariwisata.
Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu menilai penguatan rantai pasok lokal diperlukan agar aktivitas ekonomi berskala besar di sektor pariwisata memberikan manfaat yang semakin luas kepada UMKM di daerah.
"Jangan sampai tumbuhnya pariwisata yang ada di Bali ini tetap tidak bisa mengejar kebocoran GAP yang begitu luar biasa terhadap serapan supply chain atau rantai pasok dari pelaku-pelaku UMKM," jelasnya.
Pertumbuhan Pariwisata Didorong Berdampak ke Pelaku Lokal
Komisi VII menempatkan keterlibatan UMKM sebagai salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam perkembangan kawasan pariwisata dan ekonomi kreatif.
Novita menekankan investasi dan pertumbuhan aktivitas ekonomi di Bali perlu diikuti dengan semakin besarnya kesempatan bagi pelaku usaha setempat untuk menjadi bagian dari rantai pasok.
Perluasan serapan tersebut terutama diarahkan kepada UMKM di Bali dan kawasan sekitar Nuanu Creative City di Tabanan.
- Penulis :
- Gerry Eka




