HOME  ⁄  Ekonomi

Ekspor Beras ke Malaysia Buka Potensi Rp3,4 Triliun, Pemerintah Pastikan Stok Dalam Negeri Aman

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Ekspor Beras ke Malaysia Buka Potensi Rp3,4 Triliun, Pemerintah Pastikan Stok Dalam Negeri Aman
Foto: Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari (sumber: Badan Komunikasi Pemerintah RI)

Pantau - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menyebut ekspor perdana beras Indonesia ke Malaysia menjadi perkembangan positif sektor pangan nasional sekaligus membuka peluang pemenuhan pasar luar negeri di tengah meningkatnya produksi dalam negeri.

Indonesia telah memiliki Nota Kesepahaman dengan Malaysia untuk mengekspor sebanyak 1.000 ton beras premium.

Menurut Qodari, kesepakatan tersebut berpotensi berkembang hingga ekspor beras Indonesia ke Malaysia mencapai 200.000 ton dengan perkiraan nilai sekitar Rp3,4 triliun.

Ekspor beras tersebut berlangsung bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan dinilai memberikan optimisme baru terhadap penguatan kedaulatan pangan nasional.

"Ekspor beras ke Malaysia yang bersamaan dengan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi optimisme baru bahwa Indonesia semakin berdaulat dalam pangan," ungkap Qodari.

Produksi Beras Indonesia Diproyeksikan Capai 38,6 Juta Ton

Ekspor berlangsung ketika pemerintah tetap berupaya menjaga ketersediaan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di dalam negeri.

Peningkatan produksi dinilai mulai memberikan ruang bagi Indonesia untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri secara terukur tanpa mengabaikan kebutuhan domestik.

Qodari menjelaskan peningkatan produksi beras juga memberikan peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya dalam ekosistem pangan global.

Berdasarkan proyeksi Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO), produksi beras Indonesia pada periode 2026/2027 diperkirakan mencapai sekitar 38,6 juta ton.

Jumlah tersebut meningkat sekitar 4,6 juta ton dibandingkan produksi periode 2024/2025 yang tercatat sebesar 34 juta ton.

Sementara itu, konsumsi beras domestik pada 2026 diperkirakan berada di kisaran 31 juta ton.

Peningkatan produksi tersebut dinilai memberikan fondasi lebih kuat bagi ketahanan pangan nasional sekaligus membuka peluang memperluas pasar beras Indonesia ke luar negeri.

FAO menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar keempat di dunia setelah India, China, dan Bangladesh.

Indonesia juga disebut menjadi salah satu dari sedikit negara produsen beras besar yang produksinya terus meningkat ketika sejumlah negara penghasil pangan lainnya menghadapi kendala.

Pemerintah Pastikan Ekspor Tak Ganggu Kebutuhan Domestik

Pemerintah memastikan ekspor beras ke Malaysia tidak akan mengganggu pemenuhan kebutuhan masyarakat di dalam negeri dengan tetap memprioritaskan kecukupan stok dan stabilitas pangan nasional.

"Pemerintah memastikan bahwa ekspor beras ke Malaysia tidak akan mengganggu pemenuhan kebutuhan beras masyarakat Indonesia. Pemerintah tetap mengutamakan kecukupan stok dan stabilitas pangan nasional," kata Qodari.

Stok beras Indonesia saat ini disebut mencapai sekitar 5,2 juta ton.

Dengan tingkat ketersediaan tersebut, cadangan beras nasional dipastikan aman hingga Mei 2027.

Meski peluang ekspor terbuka, Qodari menegaskan ekspor beras tidak seharusnya menjadi tujuan akhir dari peningkatan produksi pangan Indonesia.

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan produktivitas terus meningkat secara berkelanjutan, menjaga harga dan pasokan tetap terjangkau, serta memperluas akses pasar.

Langkah tersebut juga diharapkan membuat peningkatan produksi dan ekspor memberikan manfaat ekonomi lebih besar sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

"Yang lebih penting adalah memastikan peningkatan produktivitas berkelanjutan, menjaga harga dan pasokan yang terjangkau bagi masyarakat, memperluas akses pasar, serta bagaimana seluruh pencapaian ini mampu meningkatkan kesejahteraan petani," ungkap Qodari.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026