HOME  ⁄  Ekonomi

Kebakaran Nyaris Berdampak Serius, Bahlil Pastikan Fasilitas Migas di Teluk Bintuni Berhasil Ditangani

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kebakaran Nyaris Berdampak Serius, Bahlil Pastikan Fasilitas Migas di Teluk Bintuni Berhasil Ditangani
Foto: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin 31/8/2026 (sumber: ANTARA/Putu Indah Savitri)

Pantau - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan fasilitas minyak dan gas bumi (migas) yang sempat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, berhasil ditangani.

“Kebakaran kemarin yang hampir, ya, hampir. Itu bisa kami tangani itu di Bintuni, di BP. Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah itu bisa ditangani,” kata Bahlil.

Teluk Bintuni merupakan lokasi Kilang LNG Tangguh yang saat ini menjadi kilang gas alam cair terbesar di Indonesia dan berstatus sebagai proyek strategis nasional.

Kilang LNG Tangguh dioperasikan perusahaan migas asal Inggris, BP, bersama para mitranya.

Bahlil Soroti Risiko Keterlambatan Penanganan

Bahlil menggambarkan penanganan kebakaran di Bintuni sebagai situasi penting karena keterlambatan dapat menimbulkan persoalan serius.

“Di Bintuni itu, kalau kita terlambat, waduh. Tetapi Alhamdulillah, sudah bisa tertangani, ya,” ungkap Bahlil.

Selain fasilitas di Teluk Bintuni, Kementerian ESDM turut memantau kondisi fasilitas sektor energi lainnya yang berada di wilayah terdampak karhutla, termasuk fasilitas migas di Kalimantan.

Menurut Bahlil, fasilitas ESDM di Kalimantan terpantau aman dari dampak karhutla.

“Kalau di Kalimantan itu clear,” kata Bahlil.

BNPB Kerahkan Helikopter dan Lakukan 69 Kali Water Bombing

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut memperkuat penanganan karhutla di Kabupaten Teluk Bintuni dengan mengerahkan satu unit helikopter water bombing.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menjelaskan operasi water bombing pada Jumat, 28 Agustus 2026, dilakukan dalam dua pengerahan atau sortie.

Berdasarkan hasil pemadaman, kobaran api sudah tidak ditemukan pada kedua lokasi yang ditangani.

Meski demikian, kepulan asap tipis sisa kebakaran masih terpantau dan menunjukkan masih terdapat panas atau bara di bawah tutupan vegetasi.

Kondisi tersebut membuat pemantauan dan penanganan secara berulang tetap diperlukan untuk mencegah api kembali berkembang.

Secara kumulatif, dukungan operasi udara BNPB dalam penanganan karhutla di Teluk Bintuni telah mencapai tiga sortie.

Dalam seluruh operasi tersebut, helikopter telah melakukan total 69 kali water bombing dengan penggunaan air mencapai sekitar 69 ribu liter.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026