
Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum menyalurkan 25 ribu liter air irigasi untuk menyelamatkan 18,6 hektare sawah yang terdampak kekeringan dan terancam gagal panen di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Penyaluran air melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I Mataram tersebut membantu 40 petani yang menanam padi pada Musim Tanam II.
Air Disalurkan untuk Cegah Gagal Panen
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pemerintah terus meningkatkan kesiapsiagaan dan respons terhadap dampak kekeringan dengan mengoptimalkan sumber daya air untuk menjaga layanan irigasi.
"Air merupakan fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu, termasuk dengan mengoptimalkan infrastruktur sumber daya air agar air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Distribusi air dilakukan di Daerah Irigasi Mamak, Desa Hijrah, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa.
Sebanyak 25 ribu liter air disalurkan menggunakan satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter dalam lima kali perjalanan.
Air tersebut digunakan untuk menyiram areal persawahan seluas 18,6 hektare yang mengalami kekeringan dan berpotensi gagal panen.
Sebanyak 40 petani menjadi penerima manfaat dengan kondisi tanaman padi rata-rata telah berusia sekitar 70 hari saat distribusi air dilakukan.
Kementerian PU juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memenuhi kebutuhan air, terutama bagi areal persawahan yang masih dapat diselamatkan.
Sumber Air Alternatif Diupayakan dari Sungai Lape
Daerah Irigasi Mamak memiliki luas layanan sekitar 3.800 hektare dengan sumber air utama berasal dari Bendungan Mamak.
Dalam kondisi kekeringan, pemerintah turut mengupayakan sumber air alternatif melalui Sungai Lape.
Air dari sungai tersebut dipompa dari air buangan irigasi untuk membantu memenuhi kebutuhan air pada lahan pertanian.
BBWS Nusa Tenggara I akan melanjutkan distribusi air secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi dan ketersediaan sumber air.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




