
Pantau - Industri animasi Indonesia terus berkembang dengan nilai industri yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp882 miliar pada 2026 setelah pada 2025 tercatat sebesar Rp798,15 miliar atau meningkat lebih dari 3,3 kali lipat dibandingkan satu dekade sebelumnya.
Berdasarkan data Kementerian Ekonomi Kreatif dalam Indonesia Animation Report 2026, Indonesia memiliki 262 studio animasi dengan serapan tenaga kerja mencapai 3.448 orang.
Ratusan studio tersebut telah menghasilkan 308 karya animasi orisinal aktif yang hadir di berbagai platform global.
Karya dan layanan studio animasi Indonesia juga telah menjangkau pasar internasional seiring pertumbuhan industri ekonomi kreatif nasional.
Dipadira Studio Garap Animasi Tiga Dimensi Kwartet
Dipadira Studio di Sleman, Yogyakarta, menjadi salah satu studio yang berkembang di tengah pertumbuhan industri animasi nasional dengan menggarap serial animasi tiga dimensi “Kwartet”.
Para pekerja kreatif di studio tersebut mengerjakan berbagai tahapan produksi mulai dari menyusun gerakan dan ekspresi karakter hingga pencahayaan serta detail visual.
Pendiri Dipadira Studio Diki Suprayogi awalnya tidak merencanakan membangun studio animasi setelah berhenti dari pekerjaan sebelumnya karena berniat beristirahat selama satu tahun.
Rencana tersebut berubah setelah sejumlah rekan kerjanya ikut bergabung hingga kemudian muncul gagasan untuk membangun studio sendiri.
Dipadira Dirintis sejak 2018
Dipadira Studio mulai dirintis pada akhir 2018 dan resmi beroperasi pada Februari 2019 dengan sekitar tujuh orang yang bekerja dari sebuah rumah kontrakan di Bintaro.
Diki yang sejak kecil menyukai film animasi sebelumnya menempuh pendidikan di Institut Seni Indonesia Yogyakarta sebelum bekerja di Infinite Studios Batam dan melanjutkan karier sebagai animator di Singapura serta Jakarta.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi modal Diki bersama rekan-rekannya untuk mengembangkan Dipadira Studio sebagai bagian dari ekosistem industri animasi Indonesia yang terus tumbuh.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




