HOME  ⁄  Ekonomi

Indonesia dan Malaysia Dorong Investasi Bilateral melalui MIIC-WG, Perdagangan Tembus 16,83 Miliar Dolar AS

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Indonesia dan Malaysia Dorong Investasi Bilateral melalui MIIC-WG, Perdagangan Tembus 16,83 Miliar Dolar AS
Foto: Menteri Perdagangan Indonesia Budi Santoso berbincang dengan Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia Datuk Seri Johari Abdul Ghani pada acara The 4th Joint Trade and Investment Committe (JTIC) atau Komite Bersama Perdagangan dan Investasi ke-4 Indonesia-Malaysia di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis 3/9/2026 (sumber: ANTARA FOTO/Fauzan)

Pantau - Menteri Perdagangan Republik Indonesia Budi Santoso bersama Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia Datuk Seri Johari Abdul Ghani mendorong penguatan kerja sama investasi bilateral Indonesia dan Malaysia melalui Malaysia-Indonesia Investment Committee Working Group (MIIC-WG).

Pembahasan investasi menjadi salah satu agenda Pertemuan Tingkat Menteri ke-4 Joint Trade and Investment Committee (JTIC) Indonesia-Malaysia yang berlangsung di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Budi dan Johari bertukar pandangan mengenai berbagai bentuk kerja sama investasi sekaligus membahas peran MIIC-WG dalam memperkuat sinergi otoritas investasi kedua negara.

"Indonesia dan Malaysia menyambut sinergi otoritas investasi masing-masing negara untuk mendorong iklim investasi yang kondusif dan memperkuat kerja sama investasi bilateral," kata Budi.

Kerja sama tersebut diharapkan menciptakan lebih banyak peluang bagi pelaku usaha Indonesia dan Malaysia untuk memperluas investasi sekaligus semakin mempererat hubungan ekonomi kedua negara.

Perdagangan hingga E-Commerce Jadi Pembahasan

Selain investasi, pertemuan JTIC membahas upaya penguatan kerja sama perdagangan Indonesia dan Malaysia, termasuk akses pasar serta fasilitasi perdagangan produk pertanian dan pangan.

Indonesia dan Malaysia juga menyambut penguatan kerja sama secara langsung antara pelaku usaha kedua negara, antara lain melalui Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dan Malaysia External Trade Development Corporation (MATRADE).

Cakupan kerja sama kedua negara tidak terbatas pada perdagangan dan investasi, tetapi juga meliputi niaga elektronik atau <i>e-commerce</i>, pertanian, sektor halal, serta standardisasi.

Kedua menteri mendorong otoritas terkait di Indonesia dan Malaysia menindaklanjuti hasil pertemuan secara konkret untuk semakin memperkuat kerja sama bilateral di bidang perdagangan dan investasi.

JTIC merupakan forum bilateral yang dibentuk untuk memperkuat kerja sama Indonesia dan Malaysia di bidang perdagangan dan investasi sekaligus menjadi wadah pembahasan berbagai isu, tantangan, serta peluang yang menjadi kepentingan bersama.

Setelah pertemuan keempat di Indonesia, JTIC ke-5 dijadwalkan berlangsung di Malaysia dengan waktu penyelenggaraan yang akan ditentukan berdasarkan kesepakatan kedua negara.

Perdagangan Indonesia-Malaysia Naik 21,01 Persen

Total perdagangan Indonesia dan Malaysia pada Januari–Juli 2026 mencapai 16,83 miliar dolar AS atau meningkat 21,01 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 13,91 miliar dolar AS.

Pada Januari–Juli 2026, ekspor Indonesia ke Malaysia tercatat mencapai 8,26 miliar dolar AS, sedangkan impor dari Malaysia mencapai 8,57 miliar dolar AS.

Sepanjang 2025, total perdagangan kedua negara mencapai 24,18 miliar dolar AS, terdiri atas ekspor Indonesia ke Malaysia sebesar 13,06 miliar dolar AS dan impor senilai 11,12 miliar dolar AS.

Komoditas utama ekspor nonmigas Indonesia ke Malaysia meliputi bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani dan nabati, berbagai produk kimia, tembaga, serta besi dan baja.

Sementara itu, impor utama Indonesia dari Malaysia meliputi mesin dan mesin-mesin atau pesawat mekanik, plastik dan barang dari plastik, mesin dan peralatan listrik, bahan kimia organik, serta kakao dan cokelat.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026