HOME  ⁄  Nasional

Prabowo Dorong Negara EAEU Tuntaskan Ratifikasi agar Perjanjian Perdagangan Bebas Segera Berlaku

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Prabowo Dorong Negara EAEU Tuntaskan Ratifikasi agar Perjanjian Perdagangan Bebas Segera Berlaku
Foto: Presiden Prabowo Subianto, Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral, Wakil Perdana Menteri Dewan Negara China Ding Xuexiang dan Wakil Presiden Myanmar U Nyo Saw berbicara dalam penyelenggaraan Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis 3/9/2026 (sumber: BPMI Sekretariat Presiden)

Pantau - Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia telah meratifikasi Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia atau Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) dan mendorong negara anggota Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) segera menuntaskan prosedur internal agar perjanjian tersebut dapat berlaku.

Prabowo menyampaikan dorongan tersebut dalam pidatonya pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis.

Indonesia sebelumnya menandatangani I-EAEU FTA pada 21 Desember 2025 bersama negara anggota EAEU yang terdiri atas Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Rusia, serta Komisi Ekonomi Eurasia.

Indonesia Siap Implementasikan I-EAEU FTA

Prabowo menegaskan Indonesia telah menyelesaikan proses persetujuan I-EAEU FTA di parlemen dan dirinya telah menandatangani peraturan presiden mengenai ratifikasi perjanjian tersebut pada Juli 2026.

"Indonesia sudah menyelesaikan persetujuan parlemen terkait FTA dan pada Juli saya telah menandatangani peraturan presiden tentang ratifikasi. Izinkan saya menyampaikan niat kami secara tegas: Indonesia menginginkan perjanjian ini berlaku dan dimanfaatkan sesegera mungkin setelah pertukaran notifikasi dilakukan," tutur Prabowo.

Prabowo kemudian menyerukan secara langsung kepada setiap negara anggota EAEU yang belum menuntaskan proses ratifikasi agar segera menyelesaikan prosedur internal masing-masing.

"Dengan penuh hormat, saya menyerukan kepada setiap negara anggota EAEU untuk menyelesaikan prosedur internalnya supaya kita bisa memanfaatkan perjanjian ini sesegera mungkin," kata Prabowo menambahkan.

Penyelesaian prosedur tersebut diperlukan agar pertukaran notifikasi dapat dilakukan dan fasilitas perdagangan bebas segera dimanfaatkan oleh Indonesia maupun negara anggota EAEU.

Prabowo menilai I-EAEU FTA menjadi bagian dari arsitektur perdagangan yang akan membuka lima pasar bagi produsen Indonesia.

Pada saat yang sama, perjanjian tersebut akan memberikan pihak Eurasia akses terhadap pasar Indonesia yang memiliki lebih dari 290 juta konsumen.

Indonesia juga mengirimkan delegasi khusus ke EEF ke-11 di Vladivostok untuk menyepakati berbagai proyek percontohan yang dapat mendukung implementasi kerja sama perdagangan.

Delegasi tersebut diarahkan untuk membangun kerja sama dengan para pembeli, mengamankan aspek logistik, serta menyelesaikan berbagai kebutuhan agar fasilitas perdagangan bebas dapat digunakan.

Danantara Didorong Jadi Jembatan Investasi Indonesia-Rusia

Selain mempercepat implementasi I-EAEU FTA, Prabowo mendorong penguatan investasi antara Indonesia dan Rusia melalui Danantara serta Dana Investasi Langsung Rusia atau Russian Direct Investment Fund (RDIF).

Prabowo mengatakan Danantara yang baru didirikan Indonesia memiliki aset kelolaan sekitar 1 triliun dolar AS.

Dengan kapasitas tersebut, Danantara dinilai dapat menjadi penghubung antara pasar modal Indonesia dan Rusia sekaligus mempertemukan tujuan strategis kedua negara.

"Danantara dapat bertindak sebagai jembatan di mana pasar modal Rusia dan Indonesia serta tujuan strategis dapat bertemu," demikian Prabowo Subianto.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026