
Pantau - Bea Cukai dorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Semarang dan Samosir untuk naik kelas dan memperluas pasar hingga tingkat global. Upaya ini ditekankan melalui edukasi dan asistensi ekspor di kedua wilayah.
Di Semarang, dukungan dilakukan melalui keikutsertaan Bea Cukai dalam Sinarafest yang digelar Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Kemenkeu Satu di Jawa Tengah pada Kamis (03/09) di Gedung Keuangan Negara I Semarang. Kegiatan tersebut menghadirkan sosialisasi, workshop, dan bazar UMKM.
Bea Cukai Semarang memberikan edukasi mengenai persiapan ekspor, cara mencari buyer terpercaya, persyaratan, hingga prosedur ekspor. Pelaku UMKM juga diajak memanfaatkan layanan asistensi Bea Cukai yang diberikan secara gratis.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, mengatakan pendampingan tersebut merupakan bagian dari peran Bea Cukai untuk membantu UMKM memahami ketentuan ekspor dan meningkatkan kepercayaan diri memasuki pasar internasional.
“Melalui asistensi dan edukasi yang berkelanjutan, kami mendorong pelaku UMKM agar lebih percaya diri melakukan ekspor secara mandiri,” ujar Budi.
Tak hanya di Semarang, dukungan serupa juga dilakukan Bea Cukai Pematangsiantar melalui Klinik Ekspor dalam Festival Tao Toba Jou Jou 2026 di Waterfront City Pangururan, Kabupaten Samosir, pada 06-09 Agustus 2026. Festival yang digagas Bank Indonesia Sibolga tersebut menjadi wadah pengembangan pariwisata dan UMKM.
Melalui Klinik Ekspor, Bea Cukai memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM untuk meningkatkan kesiapan produk dan memahami ketentuan ekspor. Kegiatan ini juga mendorong digitalisasi serta pengembangan produk lokal berbasis potensi budaya dan pertanian agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Sinergi Bea Cukai dengan pemerintah, kementerian/lembaga, lembaga keuangan, dan pelaku usaha diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekspor yang semakin kuat serta membuka peluang bagi produk lokal untuk menembus pasar global.
- Penulis :
- Tria Dianti




