
Pantau - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyalurkan bantuan usaha berupa modal, pelatihan, dan pendampingan kepada sekitar 9.000 tenaga kerja mandiri (TKM) kategori pemula dan lanjutan untuk mengembangkan kewirausahaan sekaligus memperluas kesempatan kerja.
Menteri Ketenagakerjaan Prof Yassierli mengatakan setiap penerima program tidak hanya memperoleh bantuan permodalan, tetapi juga mendapatkan pembekalan dan pendampingan dalam mengembangkan usaha.
"Dari total TKM tersebut, masing-masing penerima akan mendapatkan modal usaha kemudian pelatihan, kemudian dilanjutkan pendampingan," ungkap Yassierli.
Dari sekitar 9.000 penerima tersebut, sebanyak 1.000 orang merupakan peserta TKM lanjutan, sedangkan sekitar 8.000 lainnya masuk kategori TKM pemula.
TKM Lanjutan Dapat Modal Rp15 Juta
Setiap peserta TKM lanjutan akan memperoleh bantuan modal usaha sebesar Rp15 juta serta mengikuti pelatihan intensif selama lima hari.
Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta TKM lanjutan mendapatkan pendampingan usaha selama tiga bulan.
TKM lanjutan merupakan peserta yang sebelumnya telah mengikuti program TKM pemula, kemudian menjalani evaluasi dan dinyatakan memenuhi kriteria untuk melanjutkan pengembangan usahanya.
Sementara itu, setiap peserta TKM pemula memperoleh bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta yang turut disertai pelatihan dan pendampingan.
"Masing-masing mendapatkan modal usaha Rp15 juta dan kemudian pelatihan selama 5 hari, kemudian dilanjutkan dengan pendampingan selama 3 bulan. Selain TKM Mandiri, ada sekitar 8.000 tenaga kerja mandiri pemula yang dapat modal Rp5 juta dan diberikan pelatihan dan pendampingan," kata Yassierli.
Menaker menekankan bantuan modal dari pemerintah harus dimanfaatkan secara produktif agar usaha penerima tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga terus berkembang.
Perkembangan usaha tersebut diharapkan pada akhirnya dapat menciptakan dan membuka kesempatan kerja baru bagi masyarakat.
Kemnaker Terapkan Tiga Pilar Program TKM
Direktur Jenderal Binapenta dan PKK Kemnaker Sugeng Heri Suseno mengatakan pelaksanaan program TKM dibangun berdasarkan tiga pilar utama, yakni pembekalan, pemberian bantuan, dan pendampingan usaha.
"Program TKM ini kita laksanakan melalui tiga pilar, yaitu pembekalan, pemberian bantuan, dan pendampingan usaha," ungkap Sugeng.
Pembekalan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menjalankan sekaligus mengembangkan usahanya.
Pemberian bantuan menjadi dukungan permodalan, sedangkan pendampingan dilakukan agar proses pengembangan usaha peserta dapat terus dikawal.
Program TKM dijalankan di tengah jumlah angkatan kerja nasional yang mencapai sekitar 154 juta orang, dengan 7,24 juta orang di antaranya masih menganggur.
Jumlah pengangguran tersebut setara dengan sekitar 4,68 persen dari total angkatan kerja nasional.
Program TKM menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk mendorong kewirausahaan dan memperluas kesempatan kerja di tengah tantangan ketenagakerjaan nasional.
Mayoritas Penerima TKM Lanjutan Perempuan
Dari sisi profil penerima TKM lanjutan, sekitar 60 persen peserta merupakan perempuan.
Berdasarkan tingkat pendidikan, sebanyak 51,2 persen penerima TKM lanjutan merupakan lulusan SMA dan 34,6 persen merupakan lulusan sarjana.
Sementara itu, penerima dengan tingkat pendidikan magister tercatat sebesar 2,3 persen.
Hasil tracer study Kemnaker terhadap pelaksanaan program TKM pada 2025 mencatat sebanyak 76,3 persen peserta binaan mengalami peningkatan omzet setelah mengikuti program.
Selain peningkatan omzet, sebanyak 32,2 persen peserta program tercatat berhasil menambah tenaga kerja.
Hasil tersebut menunjukkan program TKM diarahkan tidak hanya untuk membantu peserta membangun dan mengembangkan usaha, tetapi juga menghasilkan efek lanjutan berupa penciptaan lapangan pekerjaan.
Secara keseluruhan, sekitar 9.000 penerima TKM memperoleh kombinasi bantuan modal, pelatihan, dan pendampingan, dengan bantuan Rp15 juta bagi sekitar 1.000 peserta TKM lanjutan dan Rp5 juta bagi sekitar 8.000 peserta TKM pemula.
- Penulis :
- Arian Mesa




