HOME  ⁄  Nasional

TNI AU Kerahkan Boeing 737 Angkut Dua Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

TNI AU Kerahkan Boeing 737 Angkut Dua Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Foto: (Sumber :Pesawat Boeing 737 TNI AU membawa logistik untuk korban bencana gempa NTT dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang Jawa Timur, Rabu (2/9/2026) (ANTARA/Ho-Humas TNI AU).)

Pantau - TNI Angkatan Udara mengerahkan pesawat Boeing 737 untuk mengangkut dua ton bantuan logistik dari Malang, Jawa Timur, menuju Nusa Tenggara Timur (NTT) guna mempercepat penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak gempa.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan pesawat tersebut diberangkatkan dari Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh, Malang, menuju NTT pada Rabu (2/9/2026).

“Bantuan yang dikirim terdiri atas beras, minyak goreng, susu, berbagai bahan pangan, pakaian layak pakai, selimut, hingga obat-obatan,” kata Nyoman berdasarkan siaran pers resmi TNI AU yang diterima di Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Pengiriman menggunakan jalur udara dilakukan untuk mempercepat distribusi logistik yang dibutuhkan masyarakat terdampak gempa.

Bantuan Berasal dari Masyarakat hingga Pemerintah Daerah

Bantuan yang diterbangkan ke NTT merupakan sumbangan dari masyarakat, instansi pemerintah daerah, kelompok masyarakat, serta sekolah di wilayah Malang.

Setibanya di NTT, logistik tersebut akan langsung didistribusikan personel TNI dan relawan kepada warga terdampak.

TNI AU menyatakan pengiriman bantuan melalui jalur udara akan terus dilakukan untuk memastikan korban gempa memperoleh bantuan yang dibutuhkan.

TNI AU Pastikan Distribusi Bantuan Berlanjut

Pemanfaatan pesawat TNI AU menjadi bagian dari upaya mempercepat mobilisasi bantuan menuju wilayah terdampak bencana.

TNI AU juga menekankan bantuan yang dikirim membawa dukungan dari berbagai unsur masyarakat kepada korban gempa di NTT.

“Setiap bantuan yang diberangkatkan bukan sekadar logistik, tetapi juga membawa pesan solidaritas dan harapan bagi para korban bencana,” katanya.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026