
Pantau - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena mendorong percepatan pemulihan ekonomi selama masa tanggap darurat hingga pascagempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026.
Langkah tersebut dilakukan karena gempa menyebabkan kerusakan infrastruktur, mengganggu jalur logistik dan aktivitas pasar, serta berdampak terhadap sektor produktif dan rantai pasok perekonomian NTT.
“Gempa Flores tidak hanya meninggalkan duka mendalam dan kerusakan infrastruktur, tetapi juga memberikan guncangan nyata pada stabilitas ekonomi kita. Daratan Flores sendiri adalah salah satu roda penggerak utama perekonomian NTT,” kata Gubernur Melki di Kupang, Jumat (4/9/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Perekonomian Daerah ke-VII yang dirangkaikan dengan FGD Strategi Pemulihan Ekonomi Pascagempa Flores di Kupang.
Inflasi dan Perlambatan Ekonomi Diantisipasi
Melki mengatakan terdapat dua tantangan utama yang harus diantisipasi setelah gempa, yakni potensi peningkatan inflasi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi daerah.
Inflasi NTT pada Agustus 2026 tercatat sebesar 2,59 persen secara tahunan, meningkat dibandingkan 2,43 persen pada Juli 2026, tetapi masih berada dalam sasaran 2,5±1 persen.
Pemerintah daerah meminta pihak terkait menjaga kelancaran distribusi barang dan memastikan ketersediaan komoditas pangan agar gangguan pasokan tidak menimbulkan kelangkaan dan lonjakan harga yang dapat menekan daya beli masyarakat.
Ekonomi NTT pada triwulan II 2026 tercatat tumbuh 5,01 persen secara tahunan dengan sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 18,38 persen.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penopang utama perekonomian NTT dengan kontribusi mencapai 29,40 persen.
Rehabilitasi dan Rekonstruksi Diharapkan Menjaga Pertumbuhan
Pertumbuhan ekonomi NTT sepanjang 2026 diproyeksikan berada pada kisaran 4,94 hingga 5,54 persen, meski gempa Flores berpotensi memberikan tekanan terhadap sejumlah sektor produktif yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
“Apabila proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai harapan, target pertumbuhan ekonomi NTT pada kisaran 4,9 hingga 5,1 persen masih dapat dijaga," ujar Melki Laka Lena.
Melki meminta seluruh pihak bekerja bersama dalam proses pemulihan agar perlambatan sektor produktif akibat bencana tidak semakin menekan pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemulihan juga diarahkan untuk mengatasi dampak terputusnya jalur logistik, kerusakan lahan pertanian, dan terganggunya aktivitas pasar yang memengaruhi rantai pasok di wilayah NTT.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




