HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Berpotensi Bergerak Variatif, Aksi Ambil Untung Membayangi Perdagangan Akhir Pekan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

IHSG Berpotensi Bergerak Variatif, Aksi Ambil Untung Membayangi Perdagangan Akhir Pekan
Foto: (Sumber :Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (14/8/2026). ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/YU/pri..)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi bergerak variatif pada perdagangan Jumat (4/9/2026) seiring peluang aksi ambil untung atau profit taking menjelang akhir pekan di tengah ketidakpastian global.

IHSG yang sempat dibuka menguat kemudian turun 20,44 poin atau 0,31 persen menjadi 6.647,45 pada pukul 10.00 WIB.

Indeks LQ45 pada waktu yang sama melemah 2,75 poin atau 0,41 persen menjadi 660,02.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menilai secara teknikal IHSG masih memiliki peluang bergerak menuju level lebih tinggi.

“Secara teknikal, IHSG berpeluang menguji level 6.705-6.760 pada perdagangan Jumat, namun perlu diwaspadai potensi profit taking menjelang akhir pekan di tengah ketidakpastian global yang relatif tinggi,” ujar Ratna.

Investor Menanti Data Tenaga Kerja AS

Sentimen global antara lain berasal dari penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) dan penguatan saham sektor perangkat lunak.

Investor juga menantikan data nonfarm payrolls (NFP) AS yang diperkirakan menunjukkan penambahan 58.000 pekerjaan pada Agustus 2026, setelah pada Juli 2026 tercatat penurunan sebanyak 23.000 pekerjaan.

Tingkat pengangguran AS diperkirakan tetap berada pada level 4,1 persen.

“Jika data nonfarm payrolls ini menunjukkan pasar tenaga kerja yang masih solid, serta di tengah harga minyak yang bertahan di level tinggi, maka peluang The Fed akan menaikkan bunga sebesar 25 bps pada 16 September 2026 akan semakin besar,” ujar Ratna.

Harga minyak pada Kamis (3/9/2026) tercatat stabil di atas 90 dolar AS per barel, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun lebih dari dua basis poin menjadi 4,772 persen.

Pergerakan tersebut berlangsung setelah Gubernur The Fed Christopher Waller menyatakan kecenderungannya mempertahankan suku bunga pada pertemuan September.

OPEC+ juga dijadwalkan menggelar pertemuan pada Minggu (6/9/2026) untuk membahas tingkat produksi minyak Oktober setelah sebelumnya menaikkan kuota produksi sebesar 188.000 barel per hari mulai September 2026.

Efisiensi Anggaran MBG Jadi Sentimen Domestik

Dari dalam negeri, pasar turut mencermati rencana efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2027.

Menteri Keuangan Purbaya menyatakan anggaran MBG sebesar Rp240 triliun berpotensi ditekan menjadi di bawah Rp200 triliun melalui efisiensi dan pemanfaatan teknologi.

Badan Gizi Nasional (BGN) juga menyatakan terbuka melakukan efisiensi dengan menghitung kembali kebutuhan anggaran berdasarkan pembenahan data penerima manfaat dan pelaksanaan program.

“Jika anggaran program MBG dapat dikurangi diharapkan akan dapat digunakan untuk program lain yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi serta menekan defisit anggaran,” ujar Ratna.

Bursa Wall Street pada Kamis kompak menguat dengan Dow Jones Industrial Average naik 1,18 persen menjadi 53.686,11, S&P 500 menguat 1,06 persen menjadi 7.747,71, dan Nasdaq Composite naik 1,40 persen menjadi 26.584,06.

Bursa utama Asia pada Jumat pagi juga bergerak positif, dengan Nikkei menguat 1,03 persen, Shanghai 0,56 persen, Hang Seng 2,19 persen, Kospi 1,47 persen, dan Straits Times 0,95 persen.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026