
Pantau - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno menegaskan ketahanan energi nasional harus menjamin ketersediaan pasokan, harga terjangkau, dan pemerataan akses bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
Eddy menyampaikan pandangan tersebut dalam kegiatan MPR Goes to Campus ke-52 di Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur.
“Makna ketahanan energi bukan hanya kemampuan negara menyediakan pasokan energi, tetapi juga memastikan energi dapat diakses masyarakat dengan harga yang terjangkau dan distribusi yang merata untuk seluruh masyarakat,” ungkap Eddy.
Ketahanan Energi Harus Bermuara pada Kesejahteraan
Menurut Eddy, energi merupakan kebutuhan fundamental masyarakat sekaligus salah satu faktor yang menentukan daya saing perekonomian nasional.
Kenaikan harga maupun gangguan pasokan energi dapat berdampak luas terhadap biaya transportasi, logistik, produksi, hingga harga kebutuhan pokok.
“Ketahanan energi pada akhirnya harus bermuara pada kesejahteraan rakyat. Energi harus tersedia ketika dibutuhkan, harganya terjangkau, dan aksesnya merata. Jangan sampai ada masyarakat yang mampu mendapatkan energi dengan mudah, sementara masyarakat di daerah lain harus membayar jauh lebih mahal,” ujar Eddy.
Eddy mengatakan kebutuhan energi nasional akan terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, urbanisasi, dan perkembangan teknologi.
Indonesia karena itu dinilai membutuhkan sistem energi yang mampu menghadapi gejolak global, gangguan rantai pasok, fluktuasi harga komoditas, serta perubahan geopolitik.
“Kita merasakan hari ini disrupsi energi terjadi ketika konflik di Selat Hormuz belum juga mereda. Pasokan minyak bumi terganggu, negara saling berebut pasokan karena jumlahnya yang terbatas. Efeknya, harga energi menjadi naik dan berakibat pada inflasi,” ungkap Eddy.
Ia juga menekankan penguatan infrastruktur dan jaringan distribusi diperlukan agar akses energi tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu.
Diversifikasi Energi Dinilai Perlu Dipercepat
Eddy mendorong Indonesia memperkuat sumber energi domestik sekaligus mempercepat diversifikasi untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan impor.
Pengembangan energi terbarukan dinilai menjadi bagian penting dalam membangun sistem energi nasional yang lebih beragam dan berkelanjutan.
“Kita harus membangun energi Indonesia dengan prinsip diversifikasi. Energi fosil tetap kita kelola untuk memenuhi kebutuhan transisi, tetapi energi terbarukan harus terus kita akselerasi. Semakin beragam sumber energi kita, semakin kuat pula ketahanan energi kita,” ujar Eddy.
Menurut Eddy, ketahanan energi yang kuat juga akan memberikan ruang lebih besar bagi Indonesia dalam menjaga perekonomian dan menentukan arah pembangunan nasional.
“Energi adalah urat nadi perekonomian. Kalau energi kita kuat, ekonomi kita kuat. Kalau energi kita berdaulat, kita memiliki ruang yang lebih besar untuk menentukan masa depan bangsa sendiri,” pungkasnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




