
Pantau - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mendorong bantuan pembangunan desa diarahkan pada pemberdayaan ekonomi agar manfaatnya berkelanjutan dan mampu meningkatkan produktivitas masyarakat.
Yandri mengatakan program bantuan tidak seharusnya berhenti setelah bantuan diberikan, tetapi harus mampu mendorong pengembangan potensi ekonomi sesuai karakteristik setiap desa.
"Kalau program saat ini mesti melakukan pemberdayaan ekonomi, jadi bantuan tidak hilang sekali bantu. Misal jalan, itu dalam ketahanan pangan bisa menunjang ketahanan pangan atau dia menghasilkan produksi, misal desa tematik, desa melon, desa telur, dan lain sebagainya," kata Yandri, dikutip di Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Desa Tematik Didorong Kembangkan Komoditas Unggulan
Yandri mengatakan bantuan kepada desa diharapkan menjadi pemicu bagi masyarakat untuk mengembangkan komoditas unggulan sehingga kegiatan ekonomi produktif dapat terus tumbuh.
Arahan tersebut juga disampaikan Yandri ketika menerima audiensi Bupati Aceh Barat Tarmizi di ruang kerjanya di Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Yandri menekankan pentingnya mengoptimalkan potensi desa untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan, termasuk bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Bahan MBG harusnya dari desa. Makanya, desa harus jadi desa petelur, desa cabai, desa tematik intinya. Kalau bisa, satu kawasan, satu jenis desa tematik. Nanti dibuat BUMDesma (Badan Usaha Desa Bersama). Nanti, saling bantu di satu kawasan," kata Mendes Yandri.
Pengembangan desa tematik tersebut diarahkan agar suatu wilayah dapat menjadi sentra produksi komoditas tertentu sesuai potensi yang dimiliki.
BUMDesma Didorong Perkuat Rantai Ekonomi Desa
Kerja sama antardesa melalui Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) dinilai dapat mengonsolidasikan kemampuan produksi dan memperbesar skala ekonomi masyarakat desa.
Model tersebut juga diharapkan membangun rantai ekonomi dari hulu hingga hilir dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama.
Penguatan kerja sama antardesa diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus menjaga keberlanjutan usaha masyarakat.
Potensi produksi desa yang terintegrasi juga dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan berbagai program pemerintah, termasuk MBG.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




