
Pantau - Pemerintah Indonesia menawarkan 32 proyek investasi strategis dari sembilan BUMN dan BUMD dengan nilai indikatif Rp207,64 triliun kepada investor Jepang untuk mempercepat pembangunan infrastruktur nasional dan memperkuat investasi produktif.
Proyek yang ditawarkan meliputi sektor jalan dan jalan tol, pengembangan kawasan hunian, properti komersial, perkeretaapian dan Transit-Oriented Development (TOD), pelabuhan dan logistik, serta fasilitas fabrikasi baja.
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan mengatakan proyek-proyek tersebut telah dipersiapkan sebagai peluang investasi bagi mitra strategis Jepang.
"Seluruh proyek tersebut telah dikurasi dan dipersiapkan sebagai peluang investasi yang menarik untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan mitra strategis Jepang," kata Ferry dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Indonesia Pertemukan Pemilik Proyek dengan 36 Perusahaan Jepang
Penawaran proyek dilakukan melalui Indonesia-Japan Transportation and Infrastructure Business Forum and Business Matching 2026 yang mempertemukan pemilik proyek dari Indonesia dengan 50 perwakilan dari 36 perusahaan Jepang.
Forum tersebut digelar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Ferry menyebut fundamental perekonomian Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,61 persen pada semester I 2026.
"Fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pada semester I tahun 2026, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61 persen, inflasi terkendali pada 3,34 persen (year-on-year), dan realisasi investasi telah melampaui Rp1.010 triliun," ujar Ferry.
"Kepercayaan investor juga tercermin dari dipertahankannya peringkat utang Indonesia pada level BBB dengan stable outlook oleh S&P Global Ratings, serta hasil Survei JETRO FY2025 yang menunjukkan bahwa 69,1 persen perusahaan Jepang di Indonesia memperkirakan akan membukukan laba operasi," katanya menambahkan.
Pemerintah mendorong investasi produktif untuk meningkatkan produktivitas, mempercepat transfer teknologi, dan menciptakan lapangan kerja berkualitas sebagai bagian dari upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029.
Indonesia-Jepang Perkuat Kemitraan Infrastruktur
Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Tokyo Maria Renata Hutagalung menyampaikan hubungan kerja sama Indonesia dan Jepang telah berlangsung sekitar tujuh dekade.
Jepang menjadi salah satu mitra yang konsisten mendukung pembangunan Indonesia melalui berbagai proyek strategis, termasuk MRT Jakarta dan Pelabuhan Patimban.
Pemerintah berharap forum investasi tersebut semakin memperkuat kerja sama Indonesia dan Jepang dalam investasi, pembangunan infrastruktur, pengembangan kapasitas, serta transfer pengetahuan dan teknologi.
Kemitraan dengan Jepang juga dipandang strategis untuk mendukung percepatan pembangunan sekaligus meningkatkan investasi yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




