
Pantau - Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Isma Yatun bertemu dengan para ketua lembaga pemeriksa atau Supreme Audit Institutions (SAIs) negara anggota MIKTA untuk memperkuat kolaborasi dan peran lembaga pemeriksa dalam mendorong akuntabilitas nasional maupun global.
Pertemuan tersebut melibatkan lembaga pemeriksa dari Meksiko, Indonesia, Korea Selatan atau Republik Korea, Turki atau Türkiye, dan Australia.
Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Internasional BPK Teguh Widodo mengatakan Ketua BPK dalam pertemuan itu menyampaikan peran strategis BPK sebagai anggota United Nations Board of Auditors (UN BoA) periode 2026-2032.
"Ketua BPK menyampaikan peran strategis BPK sebagai anggota United Nations Board of Auditors (UN BoA) periode tahun 2026-2032, yang memberikan dampak dalam peningkatan akuntabilitas BPK dan kepercayaan publik terhadap BPK, serta mendorong penguatan akuntabilitas global dan mendukung kedudukan diplomasi Indonesia," ungkap Teguh.
Keanggotaan tersebut diharapkan meningkatkan akuntabilitas BPK dan kepercayaan publik sekaligus memperkuat akuntabilitas global serta mendukung posisi diplomasi Indonesia di tingkat internasional.
MIKTA SAIs Bahas Dampak Hasil Pemeriksaan
MIKTA SAIs merupakan forum kerja sama lembaga pemeriksa negara anggota MIKTA yang terdiri atas SAI Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia.
Forum tersebut merupakan outreach dari MIKTA, yakni kelompok lintas regional yang beranggotakan sejumlah negara G20 dan berfungsi sebagai platform konsultatif untuk meningkatkan pemahaman bersama, memperdalam hubungan bilateral, serta menemukan kesepakatan dalam berbagai bentuk kerja sama.
Pertemuan MIKTA SAIs dipimpin Auditor General Australia Caralee McLiesh dari Australian National Audit Office (ANAO), seiring posisi Australia sebagai Ketua MIKTA SAIs pada 2026.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Commissioner of Board of Audit and Inspection of Korea Choi Seung Pil dan President of Turkish Court of Accounts Metin Yener.
Ketua SAI Australia secara resmi membuka pertemuan dengan tema Impact Where it Matters atau Dampak di Tempat yang Penting.
Tema tersebut menegaskan semangat MIKTA SAIs dalam menciptakan sekaligus mengukur dampak nyata hasil kerja lembaga pemeriksa sehingga dapat meningkatkan akuntabilitas serta memberikan manfaat yang relevan bagi publik.
Para ketua SAI juga berdialog mengenai auditing non-financial reporting atau pemeriksaan pelaporan nonkeuangan, khususnya pemeriksaan laporan kinerja dan pengungkapan terkait iklim.
International Organization of Supreme Audit Institutions (INTOSAI) Development Initiative (IDI) turut hadir dengan memaparkan hasil penelitian bersama Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) mengenai faktor-faktor informal yang dapat memengaruhi independensi SAI.
Kolaborasi Berlanjut hingga INCOSAI 2028 di Bali
Sebagai tindak lanjut pertemuan, lembaga pemeriksa negara anggota MIKTA sepakat terus memperkuat kolaborasi secara bilateral maupun multilateral melalui MIKTA SAIs dan kelompok kerja INTOSAI yang relevan.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat peran lembaga pemeriksa dalam ekosistem akuntabilitas serta meningkatkan dampak dan relevansi hasil pemeriksaan.
Negara anggota MIKTA SAIs juga berencana menggelar side meeting atau pertemuan sampingan dalam Kongres International Congress of Supreme Audit Institutions (INCOSAI) ke-26 pada 2028 di Bali.
Kongres yang diselenggarakan BPK tersebut sekaligus akan menandai dimulainya masa keketuaan BPK di INTOSAI untuk periode 2028-2031.
"Selain itu, SAI anggota MIKTA SAIs akan mengadakan side meeting pada Kongres International Congress of Supreme Audit Institutions (INCOSAI) ke-26 tahun 2028 di Bali yang diselenggarakan oleh BPK yang menandai dimulainya Keketuaan BPK di INTOSAI periode tahun 2028-2031," kata Teguh.
Pertemuan para ketua SAI anggota MIKTA menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi, independensi, dan akuntabilitas lembaga pemeriksa sekaligus mendukung semakin besarnya peran BPK dalam forum pemeriksaan dan akuntabilitas global.
- Penulis :
- Leon Weldrick




