HOME  ⁄  Ekonomi

Menekraf Dorong Nusantara Rising Jadikan Kreativitas Indonesia Kekuatan Ekonomi Global

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Menekraf Dorong Nusantara Rising Jadikan Kreativitas Indonesia Kekuatan Ekonomi Global
Foto: (Sumber :Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi peluncuran “Nusantara Rising: Indonesia Collective Soft Power Movement” oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dalam acara IdeaFest 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat, (4/9/2026) (ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif).)

Pantau - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai peluncuran Nusantara Rising: Indonesia Collective Soft Power Movement oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dapat mendorong kreativitas nasional menjadi kekuatan ekonomi yang mampu bersaing di pasar global.

Gerakan yang diluncurkan dalam IdeaFest 2026 itu dinilai dapat mengoptimalkan kekayaan budaya, talenta, cerita, dan kreativitas Indonesia sebagai soft power sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku industri kreatif.

"Karena kita tidak ingin Indonesia hanya jadi pasar bagi konten global, melainkan tumbuh sebagai content power house yang mampu membawa budaya, karakter, cerita, menjadi karya kreatif anak bangsa termasuk musik, film, animasi, dan gim menuju panggung dunia. Tantangan utamanya adalah mengorkestrasi seluruh potensi agar jadi kekuatan ekonomi dan soft power Indonesia di tingkat global," ujar Riefky dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Pelaku Ekonomi Kreatif Didorong Naik Kelas

Riefky mengatakan Nusantara Rising dapat menjadi fasilitator bagi pelaku ekonomi kreatif, khususnya kreator konten yang telah memiliki model bisnis tetapi masih membutuhkan akses pembiayaan.

Menurut dia, pelaku ekonomi kreatif juga memerlukan pendampingan untuk meningkatkan skala bisnis melalui skema co-production maupun co-investment.

Skema tersebut diharapkan memperluas akses pelaku industri kreatif terhadap modal, teknologi, serta pasar nasional dan internasional.

"Tantangannya bukan hanya bagaimana karya Indonesia dikenal dunia, tetapi bagaimana eksposur tersebut menghasilkan manfaat ekonomi bagi para kreator Indonesia. Inilah semangat dari Kadin sebagai soft power diplomacy yang berdampak pada eksposur dan ekonomi nasional Indonesia," tegas Menekraf.

Pemerintah Prioritaskan Film hingga Gim

Kementerian Ekonomi Kreatif menilai gerakan tersebut selaras dengan Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) yang mengarahkan kolaborasi 26 kementerian dan lembaga untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif nasional.

Rindekraf mencakup pembangunan jangka panjang periode 2026-2045 serta jangka menengah periode 2026-2029.

Klasifikasi usaha ekonomi kreatif juga diperluas dari 17 menjadi 21 subsektor dengan masuknya konten digital, teknologi baru, voice over, dan modifikasi otomotif.

Rindekraf bersama Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 menetapkan tujuh subsektor prioritas, termasuk film, animasi, musik, dan gim.

Subsektor tersebut diproyeksikan memberikan kontribusi terhadap investasi, ekspor, penyerapan tenaga kerja, serta peningkatan Produk Domestik Bruto nasional.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026