
Pantau - Kemacetan arus lalu lintas menuju Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, berangsur berkurang pada Sabtu, 5 September 2026, setelah antrean truk logistik yang sebelumnya mencapai sekitar 16 kilometer menyusut menjadi sekitar 7 kilometer.
General Manajer PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Media Syahrianto, mengatakan antrean kendaraan truk logistik menuju Pelabuhan Ketapang sempat mencapai sekitar 16 kilometer pada Jumat, 4 September 2026, malam.
"Namun pada hari ini antrean truk logistik khususnya sudah berkurang menjadi sekitar 7 kilometer," ungkap Media di Banyuwangi, Sabtu.
ASDP Optimalkan Operasional Kapal untuk Mengurai Antrean
Media menjelaskan ASDP terus memperkuat penanganan kepadatan kendaraan di kawasan Pelabuhan Ketapang dengan mengoptimalkan operasional kapal.
Langkah tersebut juga dilakukan melalui koordinasi intensif dengan regulator serta pemangku kepentingan terkait untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan.
Upaya penanganan kepadatan dilakukan sekaligus untuk memastikan layanan penyeberangan di lintasan Ketapang, Banyuwangi-Gilimanuk, Bali, tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.
Kepadatan kendaraan di kawasan Pelabuhan Ketapang terutama melibatkan truk logistik yang hendak menggunakan layanan penyeberangan menuju Bali.
ASDP Pastikan Layanan Penyeberangan Tetap Berjalan
ASDP menyatakan tetap berupaya menjaga layanan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk berjalan seoptimal mungkin di tengah kepadatan arus kendaraan.
"Kami mengapresiasi kesabaran dan pengertian seluruh pengguna jasa dalam menghadapi kondisi ini, dan ASDP berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dan memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan seoptimal mungkin," tutur Media.
Berkurangnya panjang antrean dari sekitar 16 kilometer menjadi 7 kilometer menunjukkan arus kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang mulai terurai setelah dilakukan penguatan penanganan dan optimalisasi operasional kapal.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




