HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp17.646 per Dolar AS, Gejolak Timur Tengah Tekan Nilai Tukar

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Rupiah Melemah ke Rp17.646 per Dolar AS, Gejolak Timur Tengah Tekan Nilai Tukar
Foto: (Sumber :Pegawai menunjukkan pecahan mata uang rupiah dan dolar AS di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Kamis (20/8/2026). Bank Indonesia mempertahankan suku bunga sebesar 5,75 persen untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak global akibat konflik di Timur Tengah. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/tom..)

Pantau - Nilai tukar rupiah melemah 4 poin atau 0,02 persen menjadi Rp17.646 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Senin (7/9/2026), dibandingkan posisi penutupan sebelumnya sebesar Rp17.642 per dolar AS.

Pelemahan rupiah antara lain dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang turut mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak mentah.

“Dalam perdagangan pagi ini rupiah melemah, salah satu penyebabnya adalah tensi geopolitik di Timur Tengah,” kata pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi.

Harga Minyak Ikut Tekan Rupiah

Ibrahim mengatakan meningkatnya ketegangan geopolitik turut mengangkat indeks dolar AS dan harga minyak mentah sehingga memberikan tekanan terhadap rupiah.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat berada di kisaran 91,92 dolar AS per barel atau sekitar Rp1,62 juta per barel, sedangkan Brent sekitar 96,55 dolar AS per barel atau setara Rp1,70 juta per barel.

Kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan kebutuhan valuta asing untuk membiayai impor minyak Indonesia.

“Permintaan untuk impor minyak dengan harga yang lebih mahal membuat pemerintah harus mempersiapkan dolar yang cukup banyak. Sehingga wajar kalau dalam transaksi pagi ini rupiah mengalami pelemahan,” ujarnya.

Dari dalam negeri, pasar juga memperhatikan dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau terhadap kegiatan ekonomi, terutama setelah operasional sejumlah penerbangan terganggu.

"Walaupun tidak terlalu besar, tapi ini berindikasi terhadap ekonomi di Indonesia. Kita lihat bahwa penerbangan dari tanggal 6 sampai tanggal 7 masih ditutup," tutur Ibrahim.

Pelaku pasar juga menantikan sejumlah data ekonomi domestik, termasuk perkembangan cadangan devisa, penjualan eceran, dan indeks keyakinan konsumen.

Data Tenaga Kerja AS Perkuat Dolar

Chief Economist Permata Bank Josua Pardede mengatakan data tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan meningkatkan probabilitas kenaikan suku bunga kebijakan The Fed pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) September 2026.

Data nonfarm payrolls AS bertambah 162 ribu pada Agustus 2026, jauh melampaui ekspektasi pasar sebesar 55 ribu dan angka bulan sebelumnya yang direvisi menjadi 21 ribu.

Tingkat pengangguran AS pada periode tersebut tercatat tetap berada di level 4,1 persen.

“Data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan tersebut meningkatkan ekspektasi pasar yang tercermin dalam pricing terhadap kenaikan suku bunga kebijakan menjadi sekitar 60 persen, dari sekitar 50 persen, sehingga mendukung penguatan dolar AS,” ujar Josua.

Josua memperkirakan rupiah pada perdagangan Senin bergerak pada kisaran Rp17.600 hingga Rp17.725 per dolar AS.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026