HOME  ⁄  Ekonomi

Pemerintah Hilirisasi 380 Ribu Ton Beras Turun Mutu Menjadi Tepung untuk Tekan Harga

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemerintah Hilirisasi 380 Ribu Ton Beras Turun Mutu Menjadi Tepung untuk Tekan Harga
Foto: (Sumber :Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas). ANTARA/Harianto.)

Pantau - Pemerintah menyepakati hilirisasi sekitar 380 ribu ton beras yang mengalami penurunan mutu menjadi tepung untuk menjaga nilai ekonomi stok sekaligus membantu menstabilkan harga pangan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan kebijakan tersebut menjadi bagian dari pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah yang saat ini mencapai lebih dari 5 juta ton.

"Itu (stok beras) yang mutunya turun, itu nanti bisa dibeli oleh pabrik-pabrik pengusaha tepung, itu (stok beras turun mutu) untuk dijadikan tepung, sehingga harga tepung yang naik juga bisa turun," kata Zulhas di Jakarta, Selasa, 8 September 2026.

Beras Turun Mutu Akan Dilelang

Zulhas menjelaskan melimpahnya stok beras Perum Bulog membuat sebagian beras mengalami penurunan mutu sehingga pemerintah memilih memanfaatkannya kembali melalui hilirisasi.

Pemerintah memperkirakan sekitar 380 ribu ton beras turun mutu dapat dilelang kepada industri pengolahan tepung dengan harga minimal Rp11.000 per kilogram.

Harga tersebut terpaut sekitar Rp1.000 per kilogram dibandingkan harga beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijual kepada masyarakat seharga Rp12.500 per kilogram.

"Tentu ada (beras) yang kurang mutu. Nah, yang kurang mutu itu kira-kira 380 ribu ton. ini boleh dilelang minimal harganya Rp11.000 per kg. Dilelang untuk dijadikan tepung," ujarnya.

Beras hasil lelang selanjutnya akan diolah oleh industri menjadi tepung sehingga dapat menambah pasokan bahan baku di pasar.

Pemerintah Berharap Harga Tepung Turun

Pemerintah berharap bertambahnya pasokan tepung dari hilirisasi beras tersebut dapat menekan harga sehingga kebutuhan industri makanan, usaha kecil, dan masyarakat dapat terpenuhi dengan harga terjangkau.

Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah menjaga stabilitas pangan bersama penambahan pasokan jagung dan penyaluran beras SPHP.

Zulhas optimistis pemanfaatan stok beras, penguatan hilirisasi, dan pengendalian pasokan dapat membantu menjaga stabilitas harga beras, jagung, serta tepung di berbagai wilayah Indonesia.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Aditya Yohan
FLOII 2026