
Pantau - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada Kamis (10/9/2026) dipengaruhi antisipasi investor terhadap pengumuman Departemen Keuangan AS mengenai besaran rencana buyback surat utang US Treasury (UST) bertenor panjang.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan dolar AS berada dalam tekanan ketika pelaku pasar menunggu kepastian mengenai kebijakan tersebut.
“Dolar AS berada di bawah tekanan seiring investor mengantisipasi pengumuman Departemen Keuangan AS mengenai besaran rencana buyback surat utang UST bertenor panjang,” kata Josua di Jakarta, Kamis.
Pengumuman sebelumnya mengindikasikan total nilai buyback sedikitnya mencapai 4 miliar dolar AS, meski sejumlah analis memperkirakan nilainya dapat jauh lebih besar.
Investor Pantau Inflasi AS dan Pergerakan Yen
Yen Jepang melanjutkan penguatan setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengingatkan pelaku pasar agar tidak mengambil posisi berlawanan terhadap mata uang Jepang tersebut.
Bessent menyatakan memiliki pretty good insight mengenai keputusan kebijakan Bank of Japan (BoJ) ketika mengambil langkah terkait maupun melakukan intervensi terhadap yen.
Investor juga mencermati rilis data inflasi Consumer Price Index (CPI) AS yang berpotensi memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan Federal Reserve atau The Fed menjelang pertemuan pekan depan.
Harga Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Sentimen
Harga minyak yang terus menguat di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah turut menjadi sentimen bagi pasar karena kondisi tersebut meningkatkan risiko inflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga.
Pejabat AS melaporkan Iran berupaya menyerang kapal-kapal Angkatan Laut AS pada Senin (7/9/2026) setelah sebelumnya menargetkan sebuah kapal induk dengan rudal balistik pada akhir pekan.
Media pemerintah Iran juga melaporkan sebuah rudal AS menghantam kapal tanker minyak kecil sekitar empat mil dari Pulau Kharg pada Selasa (8/9/2026).
Tekanan terhadap harga minyak turut diperkuat penurunan persediaan minyak mentah AS sebesar 0,3 juta barel pada pekan lalu serta serangan pesawat nirawak Ukraina terhadap infrastruktur di Novorossiysk, terminal minyak utama Rusia di Laut Hitam, Rabu (9/9/2026).
“Hari ini, rupiah diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Rp17.475-Rp17.600 per dolar AS,” ungkap Josua.
Pada pembukaan perdagangan Kamis, rupiah tercatat melemah satu poin atau 0,01 persen menjadi Rp17.512 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya pada Rp17.511 per dolar AS.
- Penulis :
- Aditya Yohan




