HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Melemah saat Harga Minyak Melonjak, Ketegangan Timur Tengah Membayangi Pasar

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

IHSG Melemah saat Harga Minyak Melonjak, Ketegangan Timur Tengah Membayangi Pasar
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan Rabu (9/9) dengan pelemahan 8,24 poin atau 0,12 persen ke posisi 6.678,20, seiring kenaikan harga minyak mentah global di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut melemah 1,33 poin atau 0,20 persen ke posisi 664,25.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan mayoritas bursa saham Asia mengalami pelemahan seiring harga minyak kembali meningkat.

"Bursa Asia di dominasi pelemahan seiring harga minyak kembali naik di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, yang memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga," ujar Nico dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Ketegangan Timur Tengah Dongkrak Harga Minyak

Kenaikan harga minyak terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang memunculkan kekhawatiran terhadap inflasi sekaligus memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga.

Dalam perkembangan terbaru, Iran menyatakan telah menyerang dua kapal Amerika Serikat (AS) dan delapan kapal tanker minyak di kawasan Teluk.

Iran menyebut serangan tersebut sebagai aksi balasan atas serangan AS terhadap lima kapal tanker Iran di dekat Pulau Kharg.

Eskalasi ketegangan tersebut turut mendorong harga minyak mentah di pasar global, dengan minyak jenis Brent mencapai 100 dolar AS per barel.

Sementara itu, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) telah mencapai 95 dolar AS per barel.

Selain mencermati perkembangan di Timur Tengah, pelaku pasar bersiap menghadapi keputusan kebijakan European Central Bank (ECB) pada Kamis (10/9).

ECB diperkirakan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Dari dalam negeri, pelaku pasar masih berhati-hati menjelang rilis data penjualan ritel Juli 2026 pada Kamis (10/9), setelah penjualan ritel Juni mencatat penurunan selama tiga bulan berturut-turut.

Meski demikian, Nico mengatakan pelemahan IHSG relatif terbatas setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap solid pada kuartal III dan IV.

Pemerintah meyakini pertumbuhan ekonomi tetap solid meskipun Indonesia menghadapi sejumlah bencana alam baru-baru ini.

IHSG Bertahan di Zona Merah hingga Penutupan

IHSG sempat dibuka menguat sebelum berbalik menuju teritori negatif dan bertahan di zona merah hingga penutupan sesi pertama.

Pada sesi kedua, IHSG tetap bergerak di zona merah hingga perdagangan saham berakhir.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor mencatatkan penguatan dengan sektor transportasi dan logistik naik paling tinggi sebesar 2,19 persen.

Sektor industri menguat 0,89 persen, sedangkan sektor barang baku naik 0,73 persen.

Sebaliknya, enam sektor mengalami pelemahan dengan sektor kesehatan mencatat penurunan terdalam sebesar 1,47 persen.

Sektor barang konsumen nonprimer melemah 1,18 persen, sedangkan sektor teknologi turun 0,97 persen.

Saham DPUM, SPAX, ESTI, KOKA, dan MSJA menjadi saham yang mencatatkan penguatan harga terbesar.

Sementara itu, MEDS, UDNG, LUCY, NATO, dan PPRI menjadi saham yang mengalami pelemahan harga terbesar.

Transaksi Saham Capai Rp16,13 Triliun

Frekuensi perdagangan saham sepanjang hari tercatat sebanyak 2.147.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 32,53 miliar lembar.

Nilai transaksi perdagangan saham mencapai Rp16,13 triliun.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 325 saham menguat, 337 saham melemah, dan 301 saham tidak mengalami perubahan harga.

Pergerakan bursa di kawasan Asia bervariasi dengan indeks Nikkei melemah 0,19 persen ke posisi 65.146,00 dan indeks Shanghai menguat 0,28 persen ke posisi 3.951,51.

Indeks Hang Seng melemah 0,17 persen ke posisi 25.274,96, sedangkan indeks Kospi menguat 1,40 persen ke posisi 7.051,64.

Sementara itu, indeks Straits Times melemah 0,66 persen ke posisi 5.729,63.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026