HOME  ⁄  Ekonomi

Kemenkeu Dorong Investasi Lebih Produktif, Manufaktur Diharapkan Kembali Jadi Mesin Pertumbuhan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kemenkeu Dorong Investasi Lebih Produktif, Manufaktur Diharapkan Kembali Jadi Mesin Pertumbuhan
Foto: Direktur Strategi Stabilisasi Ekonomi Kemenkeu Noor Faisal Achmad memberikan pemaparan dalam Central Banking Forum 2026 di Jakarta, Senin 13/4/2026 (sumber: ANTARA/Imamatul Silfia)

Pantau - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai Indonesia perlu memastikan investasi yang masuk mampu meningkatkan produktivitas dan menghasilkan nilai tambah lebih besar agar dapat menopang pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan.

Direktur Strategi Stabilisasi Ekonomi Kemenkeu Noor Faisal Achmad menyampaikan pandangan tersebut dalam diskusi yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas bersama Asian Development Bank Institute (ADBI) di Jakarta, Rabu.

Noor mengatakan investasi tetap menjadi salah satu faktor penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia, tetapi peningkatan volume investasi semata dinilai belum cukup.

"Indonesia perlu lebih berfokus pada peningkatan produktivitas dan efisiensi investasi agar modal yang masuk dapat menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian," ungkap Noor.

Persoalan Struktural Masih Tekan Produktivitas

Menurut Noor, Indonesia masih menghadapi sejumlah persoalan struktural yang dapat memengaruhi produktivitas dan efektivitas investasi.

Persoalan tersebut mencakup kesenjangan keterampilan tenaga kerja, tingkat informalitas yang masih tinggi, serta intermediasi keuangan yang relatif terbatas dan mahal.

Pemerintah juga dinilai perlu membuat aturan mengenai kemudahan berusaha dan pasar tenaga kerja menjadi lebih dapat diprediksi.

Noor menjelaskan berbagai persoalan struktural tersebut saling berkaitan dan pada akhirnya dapat memengaruhi kinerja perekonomian nasional.

Kesenjangan keterampilan, misalnya, dapat menekan produktivitas perusahaan yang kemudian membatasi peningkatan upah pekerja formal sekaligus mempersempit basis penerimaan pajak.

Di sisi lain, pembiayaan yang belum optimal dapat menghambat perusahaan maupun pelaku usaha dalam meningkatkan kapasitas bisnis mereka.

Manufaktur Didorong Kembali Jadi Mesin Produktivitas

Dalam jangka panjang, Kemenkeu mendorong penguatan sektor manufaktur sebagai salah satu mesin utama peningkatan produktivitas nasional.

Sektor manufaktur dinilai memiliki peran penting dalam mendorong ekspor, pembelajaran teknologi, dan penciptaan lapangan kerja formal.

"Manufaktur perlu kembali memperoleh momentum sebagai mesin produktivitas, ekspor, pembelajaran teknologi dan penciptaan lapangan kerja formal," ujar Noor.

Pengembangan manufaktur tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan aktivitas pengolahan, tetapi juga menghasilkan nilai tambah domestik yang lebih tinggi.

Penguatan sektor tersebut juga perlu meningkatkan kemampuan teknologi dalam negeri serta mendorong diversifikasi pasar.

Kebijakan Prioritas Ditargetkan Capai Tiga Hasil

Noor mengatakan kebijakan terhadap sektor-sektor prioritas perlu menghasilkan tiga capaian yang dapat diukur.

Capaian pertama adalah meningkatkan investasi dan ekspor, sedangkan capaian kedua berupa pengurangan ketergantungan terhadap impor strategis melalui penguatan kemampuan domestik yang kompetitif.

Capaian ketiga adalah menciptakan lebih banyak lapangan kerja yang layak bagi masyarakat.

Noor juga menekankan pentingnya menjaga aturan fiskal sembari terus memperbaiki komposisi penerimaan dan belanja negara serta mempertahankan kesinambungan kebijakan internasional.

Peningkatan produktivitas faktor total atau total factor productivity serta efisiensi investasi juga menjadi aspek penting yang perlu diperkuat.

Kemenkeu menegaskan kebijakan investasi tidak seharusnya hanya berfokus pada besarnya akumulasi modal yang masuk, tetapi juga pada efektivitas investasi dalam meningkatkan produktivitas dan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026