HOME  ⁄  Nasional

Bappenas Dorong Indonesia Tinggalkan Pertumbuhan Berbasis Upah Murah untuk Keluar dari Jebakan Pendapatan Menengah

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Bappenas Dorong Indonesia Tinggalkan Pertumbuhan Berbasis Upah Murah untuk Keluar dari Jebakan Pendapatan Menengah
Foto: (Sumber :Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy. ANTARA/HO- (Bappenas).)

Pantau - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mendorong Indonesia mengubah model pertumbuhan ekonomi yang bertumpu pada tenaga kerja murah dan sumber daya alam agar dapat keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan Indonesia perlu beralih menuju pertumbuhan berbasis produktivitas tinggi, inovasi, dan penguatan institusi.

Pernyataan tersebut disampaikan Rachmat dalam konferensi bersama Asian Development Bank Institute di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Kualitas SDM Jadi Fondasi Transformasi

Rachmat menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu fondasi utama untuk mendukung transformasi perekonomian Indonesia.

"Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pemerintah perlu meningkatkan kualitas pendidikan, memperbaiki sistem kesehatan, dan memperkuat perlindungan sosial," ujarnya.

Transformasi tersebut diperlukan agar Indonesia tidak terus mengandalkan keunggulan berupa biaya tenaga kerja murah maupun eksploitasi sumber daya alam sebagai penggerak pertumbuhan.

Peningkatan produktivitas dan inovasi diharapkan menjadi bagian penting dalam membangun struktur perekonomian yang mampu mendukung peningkatan pendapatan nasional.

Perencanaan Pembangunan Harus Antisipasi Risiko

Rachmat mengatakan visi pembangunan jangka panjang tidak hanya berfungsi untuk memprediksi kondisi masa depan, tetapi juga membentuk masa depan yang ingin dicapai Indonesia.

Karena itu, perencanaan pembangunan perlu diperkuat sehingga pemerintah mampu merespons perubahan jangka pendek sekaligus mengantisipasi risiko dan peluang dalam jangka panjang.

Menurutnya, tantangan pembangunan semakin kompleks dengan adanya perubahan iklim, bencana akibat aktivitas manusia, hingga bencana alam yang sulit dihindari.

Dalam kesempatan tersebut, Rachmat juga memperkenalkan pengembangan Bappenas Institute sebagai platform strategis untuk menghubungkan pengetahuan dengan proses pengambilan kebijakan dan pelaksanaan pembangunan.

Bappenas Institute juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan Bappenas dalam mendukung perencanaan pembangunan nasional.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026