HOME  ⁄  Ekonomi

Harga Minyak Mentah Indonesia Naik ke 89,43 Dolar AS per Barel, Risiko Geopolitik Tekan Pasokan Global

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Harga Minyak Mentah Indonesia Naik ke 89,43 Dolar AS per Barel, Risiko Geopolitik Tekan Pasokan Global
Foto: (Sumber :Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman. ANTARA/Putu Indah Savitri..)

Pantau - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian crude price (ICP) pada Agustus 2026 naik menjadi 89,43 dolar AS per barel akibat meningkatnya risiko geopolitik dan potensi gangguan pasokan minyak dunia.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan kondisi pasar global menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan ICP.

"Rata-rata ICP Agustus 2026 naik menjadi 89,43 dolar AS per barel akibat dinamika pasar global yang dipengaruhi oleh tingginya risiko geopolitik serta potensi gangguan pasokan di jalur-jalur krusial," ujar Laode.

Pemerintah menetapkan rata-rata ICP Agustus 2026 sebesar 89,43 dolar AS per barel melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 352.K/MG.03/MEM.M/2026.

Angka tersebut naik 7,75 dolar AS per barel dibandingkan ICP Juli 2026 yang berada pada level 81,68 dolar AS per barel.

Ketegangan Selat Hormuz dan Laut Merah Picu Kekhawatiran

Kenaikan harga minyak berlangsung di tengah meningkatnya risiko geopolitik serta kekhawatiran terhadap gangguan pasokan pada jalur distribusi minyak internasional.

"Berbagai ketegangan di kawasan Selat Hormuz dan Laut Merah, termasuk serangan terhadap kapal tanker dan fasilitas kilang, telah memicu kekhawatiran pasar terhadap kelancaran pasokan minyak dunia," ujar Laode.

Selain gangguan jalur maritim, pengetatan sanksi politik-ekonomi dan kebuntuan diplomasi internasional turut disebut membatasi peluang penurunan harga minyak dunia.

Kenaikan ICP Indonesia berlangsung sejalan dengan pergerakan sejumlah harga minyak mentah utama di pasar internasional sepanjang Agustus 2026.

Harga Brent naik dari 83,97 dolar AS menjadi 88,08 dolar AS per barel, sedangkan WTI meningkat dari 79,22 dolar AS menjadi 82,45 dolar AS per barel.

Harga Dated Brent juga meningkat dari 83,41 dolar AS menjadi 90,84 dolar AS per barel atau naik 7,43 dolar AS.

ICP September Diproyeksikan Tetap Tinggi

Memasuki September 2026, ICP diproyeksikan tetap berada pada level tinggi di kisaran 83 hingga 87 dolar AS per barel.

Proyeksi tersebut dipengaruhi kendala pasokan di Selat Hormuz serta perkiraan penurunan cadangan minyak di Amerika Serikat.

Pemerintah akan terus memantau perkembangan harga minyak mentah dunia sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional.

Pemerintah juga menyatakan formula ICP tetap transparan dan mengikuti dinamika pasar internasional untuk menjaga akuntabilitas keuangan negara serta industri hulu minyak dan gas bumi.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026