
Pantau - PT ASABRI (Persero) bersama Kementerian Keuangan Republik Indonesia resmi meluncurkan integrasi layanan pembayaran pensiun pertama berbasis meta data untuk membangun tata kelola layanan yang lebih cepat, tepat, transparan, dan akuntabel bagi peserta ASABRI.
Integrasi tersebut merupakan hasil kolaborasi ASABRI dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan yang melibatkan Direktorat Sistem Perbendaharaan serta Direktorat Sistem Informasi dan Teknologi Perbendaharaan.
Direktur Utama PT ASABRI (Persero) Jeffry Haryadi P. Manullang mengatakan integrasi layanan pembayaran pensiun tersebut memungkinkan pertukaran data lintas instansi dilakukan secara terintegrasi.
“Dengan pertukaran data yang terintegrasi antar instansi, proses administrasi menjadi lebih tepat, risiko kesalahan dapat diminimalkan, dan layanan kepada peserta dapat diberikan lebih optimal,” jelas Jeffry dalam keterangan yang diterima, Jumat.
Pertukaran Data Beralih dari Manual ke Otomatis
Sebelumnya, proses pembayaran pensiun pertama melibatkan pertukaran data lintas instansi yang sebagian besar masih dilakukan secara manual.
Melalui integrasi sistem, pertukaran data antarinstansi kini dapat berlangsung secara elektronik dan otomatis sehingga sejumlah tahapan administrasi yang tidak diperlukan dapat dipangkas.
Integrasi tersebut menghubungkan dua sistem pemerintah, yakni Aplikasi Gaji Web Kementerian Keuangan dan Aplikasi Backoffice ASABRI.
Pengintegrasian kedua sistem membuat data dalam Aplikasi Gaji Web Kementerian Keuangan dapat tersinkronisasi secara langsung dengan sistem ASABRI.
Sinkronisasi tersebut sekaligus menghilangkan kebutuhan penginputan ulang data secara manual dan menyederhanakan alur pelayanan melalui sistem yang saling terhubung.
Bagi peserta ASABRI, salah satu manfaat utama integrasi tersebut adalah mempercepat proses pembayaran pensiun pertama melalui proses administrasi yang lebih singkat dan efisien.
Sementara bagi ASABRI dan Kementerian Keuangan, sistem terintegrasi dapat mengurangi beban pekerjaan administrasi sekaligus meningkatkan efisiensi koordinasi antarunit yang terlibat.
Sinkronisasi data yang lebih akurat juga membantu memastikan tersedianya data valid agar pembayaran pensiun diberikan secara tepat kepada pihak yang berhak menerimanya.
Digitalisasi dokumen turut didorong dalam integrasi tersebut sehingga proses administrasi diharapkan menjadi lebih efisien dan aman.
Cegah Kelebihan Pembayaran dan Akan Diperluas ke THT
Selain mempercepat pembayaran pensiun pertama, integrasi sistem meningkatkan akuntabilitas pencatatan kewajiban atau utang peserta ASABRI yang memasuki masa pensiun.
Sinkronisasi data yang lebih akurat diharapkan dapat mencegah terjadinya kelebihan pembayaran atau ketelanjuran bayar sehingga pengelolaan pembayaran pensiun menjadi lebih tertib, akurat, dan akuntabel.
ASABRI menyatakan akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap implementasi sistem integrasi pembayaran pensiun tersebut.
Sebagai langkah lanjutan, ASABRI mendorong model integrasi serupa diperluas ke layanan pembayaran Tabungan Hari Tua (THT).
Perluasan integrasi ke layanan THT diharapkan membuat seluruh hak peserta dapat dilayani dalam satu kesatuan proses yang lebih efisien dan menyeluruh.
ASABRI merupakan pengelola program asuransi sosial bagi prajurit TNI, anggota Polri, serta ASN di lingkungan Kementerian Pertahanan dan Polri.
ASABRI menyatakan akan terus memberikan pelayanan kepada peserta dalam setiap fase kehidupan, mulai dari masa dinas hingga memasuki masa purna tugas, melalui pemanfaatan teknologi informasi, optimalisasi pengelolaan dana, serta penerapan tata kelola yang baik.
- Penulis :
- Shila Glorya




