HOME  ⁄  Ekonomi

Sentimen Konsumen AS Melemah pada September 2026 saat Ekspektasi Inflasi Melonjak

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Sentimen Konsumen AS Melemah pada September 2026 saat Ekspektasi Inflasi Melonjak
Foto: (Sumber :Warga berbelanja di sebuah pasar di New York, Amerika Serikat, (21/8/2026). Xinhua/Zhang Fengguo.)

Pantau - Indeks Sentimen Konsumen Amerika Serikat (AS) turun menjadi 47,8 pada September 2026 seiring meningkatnya ekspektasi inflasi dan kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi keuangan mereka.

Data awal Survei Konsumen Universitas Michigan yang dirilis Jumat (11/9/2026) menunjukkan indeks tersebut turun dari 51,7 pada Agustus 2026 dan 55,1 pada September 2025.

Penurunan pada September menjadi pelemahan sentimen konsumen AS selama dua bulan berturut-turut.

Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini juga turun menjadi 50,9 dari 51,9 pada Agustus dan 60,4 pada September tahun sebelumnya.

Indeks Ekspektasi Konsumen mengalami penurunan lebih tajam menjadi 45,8 dari 51,5 pada Agustus dan 51,7 pada September 2025.

Ekspektasi Inflasi Melonjak

Ekonom Universitas Michigan sekaligus Direktur Survei Joanne Hsu mengatakan ekspektasi inflasi untuk satu tahun ke depan melonjak dari 4 persen pada Agustus menjadi 4,6 persen pada September.

Angka tersebut menjadi tingkat ekspektasi inflasi satu tahun tertinggi sejak Juni 2026.

“Angka saat ini jauh lebih tinggi daripada 3,4 persen yang tercatat pada Februari sebelum konflik Iran dimulai, serta melampaui seluruh angka yang tercatat sepanjang 2024,” ujar Hsu.

Ekspektasi inflasi jangka panjang juga meningkat tipis menjadi 3,4 persen setelah selama tiga bulan berturut-turut berada pada 3,3 persen.

Konsumen Khawatir Tekanan Keuangan Meningkat

Survei menemukan sentimen konsumen dari kelompok Demokrat maupun Republik sama-sama mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Kenaikan harga bahan bakar dan ketegangan perdagangan membuat konsumen mengantisipasi tekanan yang lebih besar terhadap kondisi keuangan mereka pada masa mendatang.

“Ekspektasi untuk satu tahun ke depan baik keuangan pribadi maupun kondisi bisnis turut merosot tajam,” ujarnya.

Hsu mengatakan sentimen konsumen AS secara keseluruhan saat ini 16 persen lebih rendah dibandingkan Februari sebelum konflik Iran dimulai dan 13 persen lebih rendah dibandingkan setahun sebelumnya.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026