HOME  ⁄  Geopolitik

Presiden Iran Desak BRICS Cegah Hambatan Perdagangan dan Perluas Penggunaan Mata Uang Nasional

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Presiden Iran Desak BRICS Cegah Hambatan Perdagangan dan Perluas Penggunaan Mata Uang Nasional
Foto: (Sumber :Negara anggota BRICS. (ANTARA/HO-brics2026.gov.in).)

Pantau - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mendesak BRICS menciptakan lingkungan ekonomi yang dapat mencegah negara mana pun menghalangi perdagangan sah negara lain di tengah meningkatnya penggunaan instrumen ekonomi sebagai sarana tekanan.

Pezeshkian menyampaikan pernyataan tersebut dalam pidatonya pada KTT Pemimpin BRICS ke-18 di New Delhi, India, Jumat (11/9/2026).

Menurut Pezeshkian, dunia sedang menghadapi salah satu "periode paling kompleks" dengan meningkatnya penggunaan instrumen ekonomi untuk memberikan tekanan terhadap negara lain.

"Apa tanggapan BRICS terhadap masalah-masalah ini?" ujar Pezeshkian.

Ia mengatakan kekuatan BRICS akan semakin terlihat apabila kelompok tersebut mampu mengubah kerja sama yang bersifat potensial menjadi kerja sama yang bersifat operasional.

Iran Soroti Tekanan Ekonomi Pascaperang

Pezeshkian mengatakan Iran telah menghadapi sanksi komprehensif selama beberapa tahun dan tekanan ekonomi tersebut memasuki fase yang dinilainya lebih berbahaya setelah perang dengan Amerika Serikat dan Israel.

"Iran telah menghadapi sanksi komprehensif dalam beberapa tahun terakhir, dan tekanan-tekanan ini memasuki fase yang jauh lebih berbahaya setelah agresi AS-Israel," kata Pezeshkian.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan keamanan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari keamanan nasional dan regional.

"Ketika perdagangan, energi, infrastruktur, atau sistem keuangan suatu negara berada di bawah tekanan politik dan militer, dampaknya melampaui batas negara tersebut serta memengaruhi stabilitas regional dan ekonomi global," ujarnya.

Pezeshkian menekankan perlunya menciptakan lingkungan yang dapat mencegah suatu negara menghambat perdagangan sah negara lainnya.

Iran Dorong Transaksi dengan Mata Uang Nasional

Pezeshkian juga mendorong perluasan penggunaan mata uang nasional dalam perdagangan antarnegara anggota BRICS.

Iran menyatakan kesiapan menjadi "mitra strategis" dalam rantai pasokan energi dan transportasi kelompok tersebut.

"Iran siap bekerja sama dengan anggota BRICS untuk membangun ekonomi yang lebih terbuka dan adil," katanya.

BRICS merupakan kelompok ekonomi yang didirikan pada 2006 dengan Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan sebagai anggota awal.

Keanggotaan BRICS kemudian diperluas dengan bergabungnya sejumlah negara, termasuk Mesir, Uni Emirat Arab, Ethiopia, Iran, serta Indonesia yang diumumkan bergabung pada awal 2025.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026