HOME  ⁄  Ekonomi

Kemenekraf Aktifkan Ruang Kreatif untuk Bangkitkan Ekonomi Aceh Tamiang Pascabanjir

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kemenekraf Aktifkan Ruang Kreatif untuk Bangkitkan Ekonomi Aceh Tamiang Pascabanjir
Foto: (Sumber :Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya, hadir dalam penyelenggaraan program Ekraf Peduli ‘Pulih Bersama, Bangkit Berdaya’ berupa ‘Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi’ di Aula Sekretariat Daerah Aceh Tamiang, pada Jumat (11/9/2026). ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif.)

Pantau - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mengaktifkan kembali ruang publik yang terdampak banjir di Aceh Tamiang sebagai wadah kegiatan kreatif untuk memulihkan produktivitas dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pascabencana. 

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan pemberdayaan ekonomi pascabencana merupakan implementasi Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 untuk mendorong ekosistem ekonomi kreatif kembali bergerak dan berkembang.

“Kami hadir dalam upaya pemberdayaan ekonomi pascabencana, amanah yang diberikan kepada kami hari ini adalah bagaimana mendorong ekosistem ekonomi kreatif agar dapat kembali bergerak dan tumbuh lebih besar. Fokus utamanya adalah bagaimana masyarakat tetap bisa berdaya di tengah kondisi pascabencana ini,” kata Riefky.

Pulihkan Ekonomi melalui Ruang Kreatif

Upaya tersebut diwujudkan melalui lokakarya Aktivasi Ruang Kreatif Merah Putih di bawah koordinasi Kementerian Dalam Negeri selaku Ketua Pelaksana Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kegiatan itu menjadi bagian dari program Ekraf Peduli “Pulih Bersama, Bangkit Berdaya” yang memberikan pelatihan dan sertifikasi kompetensi untuk membantu pemulihan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Melalui metode workshop, peserta mendapatkan pembekalan mengenai mitigasi risiko, ketahanan usaha, hingga strategi promosi digital.

Pelatihan dipandu Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Universitas Samudra sekaligus tenaga ahli kebencanaan Furqan Ishak Aksa serta praktisi spesialis media digital Hardian Lutfi Silitonga.

Sebanyak 80 peserta berusia 18–45 tahun yang terdiri atas pengusaha lokal, penggerak komunitas, dan perintis usaha baru mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

Riefky menegaskan pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga perlu memperkuat fondasi ekonomi kreatif masyarakat.

“Sebagai mesin baru pertumbuhan nasional, sektor ekraf telah memberikan kontribusi PDB sebesar 7,3 persen, sehingga bisa menjadi mesin pertumbuhan ekonomi bagi Aceh Tamiang,” ujar Teuku Riefky.

Pelaku Usaha Didorong Tingkatkan Keahlian

Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi berharap peningkatan keahlian atau upskilling yang dijalani peserta dapat membangkitkan kembali produktivitas daerah setelah terdampak bencana.

Aceh Tamiang mengalami dampak parah dengan 103 kantor dan jalan desa dilaporkan hancur akibat bencana.

Melalui sektor ekonomi kreatif, peserta diharapkan dapat ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan menghasilkan konten positif dan mengembangkan usaha.

Pelatihan secara luring tersebut berlangsung pada 11–12 September 2026 dan dibagi menjadi dua gelombang.

Program tersebut ditargetkan menghasilkan ketahanan bisnis lokal pascabencana sekaligus meningkatkan kemampuan adaptasi digital para pelaku usaha.

Jejaring antarpelaku ekonomi kreatif juga diharapkan semakin kuat untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi Aceh Tamiang secara berkelanjutan.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026