
Pantau - Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan nilai perdagangan antarnegara anggota BRICS telah mencapai 1,2 triliun dolar AS atau sekitar Rp21,1 kuadriliun seiring menguatnya hubungan ekonomi di antara negara-negara dalam forum tersebut.
Putin menyampaikan angka perdagangan itu saat berbicara dalam sesi BRICS+ yang menjadi rangkaian terakhir Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di New Delhi, India, Minggu (13/9/2026).
"Perdagangan internal di dalam kerangka kerja sama kita saat ini telah mencapai 1,2 triliun dolar AS," ujarnya.
Putin menilai capaian tersebut menunjukkan negara-negara anggota BRICS mampu membangun hubungan ekonomi yang kuat dan efektif tanpa bergantung pada tekanan maupun kondisi pasar dari pihak luar.
BRICS Dinilai Memiliki Mekanisme Ekonomi Mandiri
Putin mengatakan negara-negara yang tergabung dalam BRICS memiliki mekanisme masing-masing untuk mendukung pergerakan barang, jasa, dan modal.
"Negara-negara yang tergabung dalam asosiasi kita memiliki mekanisme masing-masing terkait arus pergerakan barang, jasa, maupun modal yang sama sekali tidak bergantung pada kondisi pasar eksternal," katanya.
Menurut Putin, mekanisme tersebut memberikan ruang bagi anggota BRICS untuk menjalankan berbagai kegiatan ekonomi secara efektif di tengah tekanan eksternal.
Kegiatan yang dimaksud mencakup operasi komersial, perbankan, keuangan, hingga investasi di antara negara-negara anggota.
Putin menilai keberadaan mekanisme tersebut memungkinkan hubungan ekonomi antaranggota BRICS tetap berjalan terlepas dari berbagai tekanan eksternal yang dihadapi.
Putin Hadiri KTT BRICS di New Delhi
Putin tiba di New Delhi pada Jumat (11/9/2026) untuk menjalani kunjungan kerja selama tiga hari di India.
Salah satu agenda utama kunjungan tersebut adalah menghadiri KTT BRICS yang diselenggarakan di New Delhi pada 12–13 September 2026.
Pernyataan mengenai nilai perdagangan antaranggota BRICS disampaikan Putin dalam sesi BRICS+ pada hari terakhir rangkaian pertemuan tersebut.
KTT tersebut menjadi forum bagi negara-negara anggota untuk membahas berbagai agenda kerja sama, termasuk hubungan ekonomi dan perdagangan yang menjadi salah satu perhatian Putin dalam pertemuan tersebut.
- Penulis :
- Gerry Eka




