HOME  ⁄  Ekonomi

Xi Jinping Dorong BRICS Jaga Stabilitas Rantai Pasok di Tengah Konflik Selat Hormuz

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Xi Jinping Dorong BRICS Jaga Stabilitas Rantai Pasok di Tengah Konflik Selat Hormuz
Foto: Presiden China Xi Jinping dalam KTT ke-18 BRICS di New Delhi, Sabtu (12/9/2026).

Pantau - Presiden China Xi Jinping menyerukan negara anggota dan mitra BRICS yang diperluas untuk menjaga stabilitas rantai industri dan pasokan di tengah gangguan pelayaran di Selat Hormuz akibat perang Amerika Serikat dan Iran.

Seruan tersebut disampaikan Xi pada hari terakhir Konferensi Tingkat Tinggi ke-18 BRICS di New Delhi, India, Minggu (13/9/2026).

Xi menilai BRICS yang diperluas perlu memanfaatkan kekuatan kelompok yang berakar pada pasar negara berkembang dan memiliki hubungan erat dengan negara-negara Selatan Global.

“BRICS Raya harus memanfaatkan kekuatan yang berakar pada pasar negara berkembang dan terhubung dengan negara-negara Selatan, menjunjung tinggi keterbukaan, dan kerja sama untuk keuntungan bersama dan hasil yang saling menguntungkan,” kata Xi Jinping.

Menurut Xi, BRICS juga harus mampu menjaga rantai industri dan pasokan tetap stabil serta tidak terhambat sekaligus mendorong terbentuknya pasar yang semakin terintegrasi.

Xi Dorong Selatan Global Pertahankan Multilateralisme

Xi menyampaikan pandangannya dalam sesi terbuka bertajuk “Ketahanan, Inovasi, Kerja Sama, dan Keberlanjutan: Membentuk Masa Depan untuk Pertumbuhan Global yang Inklusif”.

Menurut kantor berita Pemerintah China, Xinhua, Xi menyebut negara-negara Selatan Global telah menjadi “kekuatan utama” yang mendorong dunia menuju multipolaritas.

Xi kemudian mendorong negara-negara Selatan Global mempertahankan multilateralisme dan supremasi hukum internasional dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Ia menilai aturan internasional seharusnya disusun secara bersama oleh semua pihak, sementara pandangan mengenai “logika yang kuat berhak menentukan kebenaran” sudah seharusnya ditinggalkan.

Xi juga meminta negara-negara Selatan Global menjunjung kewenangan dan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa sekaligus mendukung reformasi untuk meningkatkan efisiensi lembaga multilateral.

China Serukan Reformasi Arsitektur Keuangan Global

Xi turut menyerukan perbaikan arsitektur keuangan internasional agar keterwakilan dan suara negara-negara berkembang semakin meningkat.

Reformasi Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO juga menjadi salah satu agenda yang didorong Xi dalam penguatan tata kelola ekonomi global.

“China akan terus mendorong keterbukaan secara sukarela dan sepihak,” ucap Xi.

China memandang keterbukaan dan kerja sama yang saling menguntungkan sebagai bagian penting dalam memperkuat hubungan ekonomi negara-negara BRICS dan Selatan Global.

Upaya menjaga rantai pasok menjadi semakin penting di tengah gangguan pelayaran di Selat Hormuz yang berpotensi memengaruhi aktivitas perdagangan dan industri.

BRICS Didorong Bangun Tata Kelola AI Global

Selain perdagangan dan rantai pasok, Xi mendorong negara-negara Selatan Global mempercepat pembentukan kerangka tata kelola kecerdasan buatan atau AI global berdasarkan konsensus luas.

China berencana memimpin pembentukan zona sumber terbuka AI bagi BRICS serta mendorong pembangunan platform “penyimpanan awan” untuk industri digital negara-negara anggota.

Xi juga menyerukan peningkatan industri tradisional, pengembangan sektor baru, serta penyusunan rencana untuk industri masa depan.

Langkah tersebut dinilai diperlukan untuk mendorong pasar yang semakin terintegrasi sekaligus membangun fondasi kerja sama praktis antarnegara BRICS.

Xi turut mengusulkan sejumlah inisiatif dalam pengembangan talenta sains dan teknologi, manufaktur cerdas, industri digital, fasilitasi perdagangan dan investasi, serta AI yang terbuka dan inklusif.

China Usulkan Aliansi Pelatihan Insinyur BRICS

China mengusulkan pembentukan aliansi BRICS untuk pelatihan insinyur sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia di bidang teknologi dan industri.

Xi juga mengusulkan pembentukan kemitraan kawasan ekonomi khusus antarnegara BRICS untuk memperluas hubungan ekonomi dan investasi.

China dijadwalkan menjadi tuan rumah Forum Perdagangan Jasa BRICS pada 2027.

Beijing juga akan menjadi tuan rumah KTT tahunan BRICS pada 2027 setelah China mengambil peran dalam agenda kelompok tersebut pada tahun depan.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026