
Pantau - Pemerintah Malaysia mendorong pengembangan kecerdasan artifisial atau AI yang ramah lingkungan, bertanggung jawab, dan berorientasi pada penerapan nyata dengan target menciptakan 300.000 hingga 500.000 lapangan kerja baru serta menambah pertumbuhan produk domestik bruto sebesar 0,8 hingga 1,2 poin persentase per tahun.
Menteri Komunikasi Malaysia Dato' Seri Fahmi Fadzil mengatakan pembangunan infrastruktur digital dan kapasitas komputasi harus diikuti pemanfaatan AI yang memberikan manfaat langsung bagi perekonomian dan masyarakat.
"Yang penting bukan sekadar memiliki infrastruktur digital, namun bagaimana membuat Malaysia sebagai tempat pengembangan, penerapan, dan pemanfaatan AI. Lebih lagi, AI harus mampu meningkatkan produktivitas industri semikonduktor dan elektronik, memperkuat manufaktur canggih dan logistik, memperbaiki rantai pasok, mentransformasi layanan kesehatan, mendukung sektor pertanian, serta meningkatkan layanan publik," ujar Fahmi dalam sambutan di ajang WAIC CONNECT Malaysia 2026 yang untuk pertama kalinya digelar di Malaysia.
Fahmi mengatakan keberhasilan pengembangan AI tidak cukup diukur berdasarkan besarnya kapasitas komputasi yang tersedia, tetapi juga berdasarkan nilai ekonomi dan peluang baru yang mampu diciptakan.
" Kemajuan Malaysia tidak cukup diukur dari besarnya kapasitas komputasi, melainkan juga dari nilai ekonomi dan peluang yang dihasilkan. Hal tersebut menjadi salah satu tujuan 'National AI Action Plan 2026-2030' atau 'AI Nation 2030' yang dicanangkan pemerintah. Kami menargetkan tambahan pertumbuhan PDB sebesar 0,8 hingga 1,2 poin persentase per tahun, atau sekitar RM13 miliar hingga RM20 miliar setiap tahun. Kami juga menargetkan terciptanya 300.000 hingga 500.000 lapangan kerja baru terkait AI," tambahnya.
Malaysia Dorong AI Masuk Berbagai Sektor
Pemerintah Malaysia berharap perkembangan AI dapat meningkatkan produktivitas industri semikonduktor dan elektronik, memperkuat manufaktur serta logistik, memperbaiki rantai pasok, dan mendorong transformasi layanan kesehatan.
Teknologi tersebut juga diarahkan untuk mendukung sektor pertanian dan meningkatkan kualitas layanan publik sehingga pertumbuhan infrastruktur digital dapat diterjemahkan menjadi manfaat ekonomi yang lebih luas.
Fahmi berharap perkembangan AI turut membuka peluang bagi generasi muda sekaligus menjadi mesin penciptaan lapangan kerja baru.
Pemerintah Malaysia menjalankan agenda tersebut melalui National AI Action Plan 2026-2030 atau AI Nation 2030 yang menjadi salah satu landasan pengembangan AI nasional.
Fahmi juga mengapresiasi dukungan Huawei Technologies (Malaysia) Sdn Bhd terhadap pengembangan ekosistem AI di negaranya.
Huawei menargetkan pengembangan 30.000 talenta AI Malaysia serta pembangunan jaringan 200 mitra AI lokal dalam tiga tahun melalui berbagai program, transfer pengetahuan, dan kolaborasi di bidang komputasi awan serta AI.
Kerja Sama Malaysia dan Tiongkok Diperkuat
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Rakyat Tiongkok untuk Malaysia Ouyang Yujing mengatakan perkembangan teknologi cerdas di Tiongkok menunjukkan penerapan AI dalam skala besar.
"Pada Semester I-2026, Tiongkok mengekspor lebih dari 10.000 robot bionik cerdas ke lebih dari 90 negara dan kawasan. Manufaktur cerdas Tiongkok menghadirkan kemudahan dan efisiensi yang luar biasa bagi berbagai negara di seluruh dunia," kata Ouyang Yujing.
Menurut dia, perusahaan teknologi modern Tiongkok juga meningkatkan investasi pada sektor AI dan infrastruktur pusat data di Malaysia.
"Perusahaan teknologi modern Tiongkok kini meningkatkan investasi di sektor AI dan infrastruktur pusat data Malaysia. Pada saat yang sama, universitas di kedua negara mempercepat kerja sama inovasi di berbagai bidang mutakhir, seperti AI dan rekayasa canggih. Dengan perkembangan ini, AI semakin cepat berperan sebagai mesin pertumbuhan baru bagi kerja sama Tiongkok-Malaysia," paparnya.
Kerja sama tersebut turut melibatkan perguruan tinggi kedua negara yang mempercepat kolaborasi inovasi dalam bidang AI dan rekayasa canggih.
Huawei Nilai Malaysia Berpeluang Jadi Pusat AI Regional
Presiden Huawei Asia Pacific Region Terry He menilai posisi geografis, infrastruktur digital, kapasitas komputasi, dan dukungan energi membuat Malaysia memiliki peluang besar menjadi pusat AI regional.
"Malaysia memiliki posisi yang unik di kawasan Asia Pasifik. Secara geografis, negara ini berada di persimpangan Timur dan Barat, serta terhubung melalui jaringan kabel bawah laut kelas dunia. Dari sisi daya komputasi, Johor telah berkembang menjadi salah satu pusat data AI dengan pertumbuhan terpesat di dunia. Di sektor energi, Malaysia menawarkan pasokan listrik yang kompetitif dan semakin ramah lingkungan, serta bekerja sama dengan para pemimpin industri yang menghasilkan energi sendiri untuk kompleks AI. Malaysia juga berada di jalur yang tepat untuk menampung sekitar dua pertiga kapasitas pusat data ASEAN pada 2035. Dengan berbagai keunggulan tersebut, kami meyakini Malaysia tidak hanya berpeluang menjadi pemimpin di bidang infrastruktur, namun juga pusat AI regional yang mendorong pengembangan AI di seluruh kawasan," ujarnya.
Huawei menyatakan akan memperkuat fondasi ekosistem digital melalui pembangunan infrastruktur yang aman, tangguh, dan ramah lingkungan bersama mitra lokal.
Perusahaan tersebut juga berencana mempercepat penggunaan AI pada sektor telekomunikasi, layanan publik, keuangan, kesehatan, pendidikan, dan UMKM.
"Ke depan, Huawei akan terus berkontribusi dalam tiga bidang utama. Pertama, kami akan memperkuat fondasi ekosistem cerdas. Bersama mitra lokal, kami akan membangun infrastruktur digital yang aman, tangguh, dan ramah lingkungan, mulai dari konektivitas, komputasi, komputasi awan, dan penyimpanan data hingga energi hijau. Kedua, kami akan mempercepat adopsi AI di berbagai industri dengan menghadirkannya di sektor-sektor utama, termasuk telekomunikasi, layanan publik, keuangan, kesehatan, pendidikan, dan UMKM. Langkah ini bertujuan meningkatkan produktivitas sekaligus menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat. Ketiga, kami akan membangun ekosistem inovasi yang terbuka dan tepercaya. Kami akan menghubungkan kapabilitas global dengan inovasi lokal, mendukung mitra, pengembang, dan startup Malaysia, serta terus mengembangkan talenta AI, AI yang bertanggung jawab, keamanan siber, dan infrastruktur digital yang aman—turut membawa solusi AI "Made by Malaysia" ke ASEAN dan dunia," tegasnya.
WAIC Connect Perkuat Ekosistem AI Malaysia
WAIC Connect Malaysia 2026 digelar pada 7-8 September di Kuala Lumpur Convention Centre dengan tema "Innovating for a Green and Intelligent Malaysia".
Ajang internasional yang merupakan perluasan dari World Artificial Intelligence Conference di Tiongkok itu mempertemukan perusahaan AI, pelaku usaha, dan mitra ekosistem dari Tiongkok, Malaysia, serta sejumlah negara di kawasan ASEAN.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Malaysian Communications and Multimedia Commission, Malaysia Digital Economy Corporation, Huawei APAC, Huawei Malaysia, perusahaan AI asal Tiongkok, lebih dari 80 mitra ekosistem, serta sekitar 1.000 pakar industri dari kawasan Asia Pasifik.
Konferensi selama dua hari itu mencakup sesi utama, sejumlah forum, sesi pertukaran melalui WAIC City Walk, serta pameran yang menampilkan lebih dari 40 solusi dan demonstrasi produk.
Malaysia kini diarahkan beralih dari tahap pembangunan fondasi AI menuju penerapan teknologi tersebut secara lebih luas di sektor industri, pemerintahan, dan masyarakat.
- Penulis :
- Gerry Eka




